Author: admin

  • Wisuda Santri Angkatan Ke 26 Pospen Modern Assalam Putri, Wabup H.Andreas” Terus Belajar, Berkarya, Mengabdi Dan Menjadi Generasi Berakhlaqul Karimah”

    Wisuda Santri Angkatan Ke 26 Pospen Modern Assalam Putri, Wabup H.Andreas” Terus Belajar, Berkarya, Mengabdi Dan Menjadi Generasi Berakhlaqul Karimah”

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyampaikan, ucapan selamat kepada para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dengan penuh perjuangan dan kedisiplinan.

    Hal itu disampaikan Wabup menghadiri acara Syukuran 132 Wisuda Santri Angkatan ke – 26 Pondok Modern Pesantren Assalam Putri, yang berlangsung di Gedung Pertemuan Pondok Modern Pesantren Assalam Putri Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Sabtu (13/06/2026).

    Wabup berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren dapat menjadi bekal dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Momentum wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Jadilah generasi yang berakhlaqul karimah, berwawasan luas, dan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” ungkapnya

    Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pondok Modern Pesantren Assalam Putri, para pengasuh, guru, dan orang tua santri yang telah berperan besar dalam mendidik serta membimbing para santri hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik.

    Sebelumnya, pengasuh pondok pesantren Asalam KH.Drs Badrusyamsi, M.M.Pd. mengatakan, Atas nama pimpinan dan keluarga besar pesantren, Assalam mengucapkan selamat kepada 132 santri yang hari ini telah menyelesaikan proses pendidikan di pondok ini.

    ” Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas perhatian dan dukungannya terhadap perkembangan pendidikan pesantren. Semoga sinergi yang telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan generasi Sukabumi yang Mubarakah”. Ujarnya

    Hadir dalam kesempatan tersebut Danyon Armed 13 Nanggala, Kasdim 0622 Kabupaten Sukabumi, Kalapas Warungkiara, Perwakilan Kemenag Kabupaten Sukabumi serta Camat beserta Unsur Forkopimcam Warungkiara.

  • Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman Apresiasi Dedikasi UMMI Dalam Meningkatkan SDM Di Kabupaten Sukabumi

    Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman Apresiasi Dedikasi UMMI Dalam Meningkatkan SDM Di Kabupaten Sukabumi

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengapresiasi dedikasi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) atas dukungannya dalam membantu meningkatkan SDM di Kabupaten Sukabumi. Baik dari sisi pendidikan maupun program yang dijalankan UMMI di Kabupaten Sukabumi.

    “Saya atas nama pribadi dan pemerintah, berterima kasih atas dukungan UMMI dalam pembangunan SDM di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dalam rangka Milad Ke-23 UMMI, Jumat, 12 Juni 2026.

    Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun, mencanangkan program satu desa satu sarjana. Program tersebut pun bekerjasama dengan UMMI dan kampus di Korea Selatan.

    “Dengan beasiswa yang digelontorkan, kami punya harapan penerima beasiswa ini dapat kembali ke desa dan membangun desa. Dengan begitu, Insya Allah Kabupaten Sukabumi akan maju,” ucapnya.

    Harapan memajukan Kabupaten Sukabumi dari desa ini bukanlah sebuah angan-angan. Apalagi dengan adanya program nasional yang menyentuh desa. Hal itu pun didukung SDM cetakan kampus terbaik seperti UMMI.

    “Ada KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) dan ditambah MBG meningkatkan peluang masyarakat desa untuk semakin maju. Sebab produk desa bisa ikut terserap,” ungkapnya.

    Peluang yang besar ditambah potensi sumber daya alam luar biasa, bisa semakin maksimal. Apalagi dengan dibantu inovasi mahasiswa.

    “Kolaborasi semua pihak dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Termasuk memaksimalkan SDA yang melimpah di Kabupaten Sukabumi,” bebernya

    Sementara itu, Rektor UMMI Reny Sukmawani mengatakan, kampus yang dipimpinnya untuk berkomitmen tidak sekadar di ruang kelas. Namun hadir di tengah masyarakat.

    “Maka dari itu, kami mengembangkan program unggulan kampus yang berdampak kepada kepada masyarakat melalui one village one departement (Ovod). Gerakan pengabdian berkelanjutan yang menempatkan dosen sebagai pendamping mitra strategis desa,” pungkasnya.

  • Tegaskan Komitmen Dukung Program TORA Dan Penyediaan Fasos-Fasum, PT Citimu Klarifikasi Pemberitaan Terkait HGU

    Tegaskan Komitmen Dukung Program TORA Dan Penyediaan Fasos-Fasum, PT Citimu Klarifikasi Pemberitaan Terkait HGU

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Menyikapi beredarnya berbagai pemberitaan mengenai proses Pembaruan/pemberian Hak Guna Usaha (HGU),kepada PT CITIMU, pihak PT. Citimu akan komitmen dalam memenuhi ketentuan pemerintah, sesuai peraturan dan perundang undangan yang berlaku khususnya yang berkaitan dengan Program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) dan penyediaan FASUS FASUM( fasilitas sosial serta fasilitas umum) bagi masyarakat.

    Pihak PT CITIMU menegaskan bahwa perusahaan telah menyetujui pelaksanaan ketentuan yang diatur pemerintah, termasuk menyisihkan sebagian lahan sesuai regulasi yang berlaku. Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program reforma agraria yang dicanangkan pemerintah guna memberikan manfaat bagi masyarakat.
    Bukti PT.Citimu mengikuti peraturan ketika ada permohonan untuk penanganan Bencana alam, untuk pemukiman yg terdampak Bencana Alam, PT Citimu langsung merespons, mengeluarkan (SPH) Surat Pelepasan Hak)dan berdasarkan Keputusan (SK) Bupati Sukabumi yang telah diterbitkan, PT CITIMU menyatakan kesediaannya untuk menyisihkan **20 persen dari luas lahan yang dikelola** sesuai ketentuan Program TORA. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan akses legal atas tanah kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.

    Selain itu, PT CITIMU juga telah menyetujui penyediaan lahan seluas 8 hektare untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Dari total lahan tersebut, termasuk di dalamnya alokasi lahan seluas 1 hektare untuk kebutuhan PGRI, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pendidikan dan kepentingan publik.

    Menurut penjelasan perusahaan, komitmen tersebut menunjukkan bahwa PT CITIMU tidak mengabaikan aspirasi masyarakat. Sebaliknya, perusahaan berupaya menjalankan seluruh kewajiban yang telah ditetapkan pemerintah sesuai koridor hukum yang berlaku.

    PT CITIMU juga menjelaskan bahwa proses penyertifikatan dan perpanjangan HGU bukan bertujuan untuk membatasi akses masyarakat terhadap lahan, melainkan untuk menciptakan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang berkepentingan. Melalui mekanisme yang telah diatur dalam Program TORA, proses tersebut justru diharapkan dapat memberikan kepastian status kepemilikan lahan bagi para penggarap maupun penghuni yang berhak sesuai ketentuan pemerintah.

    Dengan adanya kepastian hukum tersebut, masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat reforma agraria diharapkan memperoleh perlindungan hukum yang lebih kuat atas penguasaan dan pemanfaatan lahan yang selama ini mereka tempati atau garap.

    PT CITIMU berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang terkait proses yang sedang berjalan. Perusahaan juga menyatakan tetap terbuka terhadap dialog dan komunikasi dengan berbagai pihak guna mendukung terciptanya solusi yang adil, transparan, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Melalui pelaksanaan Program TORA, penyediaan fasos-fasum, serta komitmen terhadap kepastian hukum pertanahan, PT CITIMU menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan reforma agraria,memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus untuk mendukung program Pemerintah untuk meningkatkan PAD(Pendapatan Asli Daerah)dan menjaga kepastian investasi dan tata kelola pertanahan yang baik.

  • Pemerintah Kabupaten Sukabumi Matangkan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H, Ini Kegiatan Yang Diagendakan

    Pemerintah Kabupaten Sukabumi Matangkan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H, Ini Kegiatan Yang Diagendakan

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai matangkan persiapan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Palabuhanratu, Kamis (11/6/2026).

    Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Setda Kabupaten Sukabumi, H Andi Rahman.

    Dalam rapat itu, dibahas agenda kegiatan yang akan memeriahkan peringatan 1 Muharram. Menurut Andi Rahman, peringatan hari besar Islam tersebut merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan di kawasan Palabuhanratu dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

    “Pelaksanaan peringatan 1 Muharram sudah menjadi kegiatan tahunan. Untuk wilayah I kegiatan akan dipusatkan di Palabuhanratu melalui defile pawai, sementara kecamatan lainnya juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing,” ujarnya.

    Selain pawai, peringatan Tahun Baru Islam juga akan diisi dengan sejumlah kegiatan keagamaan, mulai dari Khotmil Qur’an, istigasah, hingga defile yang melibatkan peserta dari berbagai kecamatan di wilayah I Kabupaten Sukabumi.

    H Andi menjelaskan, peserta Khotmil Qur’an akan berasal dari berbagai unsur, di antaranya perangkat daerah, lembaga keagamaan, institusi pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang ada di Kabupaten Sukabumi.

    Tak hanya itu, Pemekab. Sukabumi juga berencana menggelar lomba pawai 1 Muharram dengan menghadirkan penilaian terhadap kreativitas, kerapihan, keindahan, serta kesesuaian tema dan pesan yang ditampilkan oleh setiap peserta.

    Untuk memastikan proses penilaian berjalan baik, panitia menyiapkan tiga titik penjurian yang tersebar di sepanjang rute pawai, yakni di lokasi pemberangkatan, kawasan Polsek Palabuhanratu, dan Jembatan Dua Pangsor.

    “Masing-masing pos akan ditempatkan seorang juri yang bertugas menilai penampilan peserta secara langsung,” pungkasnya.

  • Siswi Gagal Tuntaskan OSN Akibat Listrik Padam, DPRD Sukabumi Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Ujian Berbasis Digital

    Siswi Gagal Tuntaskan OSN Akibat Listrik Padam, DPRD Sukabumi Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Ujian Berbasis Digital

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Peristiwa yang menimpa Nadya Putrinda Paramitha, siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, yang gagal menyelesaikan ujian Olimpiade Sains Nasional (OSN) akibat pemadaman listrik, mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Sukabumi.

    Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriadi, menilai insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata. Menurutnya, kejadian yang dialami Nadya menjadi cerminan masih adanya kerentanan dalam penyelenggaraan ujian berbasis digital, terutama di daerah yang belum memiliki sistem pendukung kelistrikan yang memadai.

    “Anak-anak yang telah berjuang mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi akademik tidak boleh dirugikan oleh faktor di luar kemampuan mereka. Prestasi dan kesempatan mereka harus tetap terlindungi,” ujar Ferry.

    Peristiwa itu menjadi perhatian publik setelah video Nadya menangis histeris beredar luas di media sosial. Siswi kelas V tersebut tidak dapat melanjutkan sesi ketiga atau sesi terakhir mata pelajaran IPS yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.00 WIB karena listrik padam saat ujian masih berlangsung.

    Ferry menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak terkait, mulai dari penyelenggara OSN, satuan pendidikan, hingga instansi yang memiliki kewenangan dalam penyediaan infrastruktur pendukung.

    Menurutnya, pelaksanaan ujian berbasis komputer harus dibarengi dengan mitigasi risiko yang matang. Sekolah maupun penyelenggara perlu memiliki skenario darurat untuk mengantisipasi gangguan teknis seperti pemadaman listrik, gangguan jaringan internet, maupun kerusakan perangkat.

    “Ke depan harus ada standar operasional yang jelas ketika terjadi kondisi darurat. Jangan sampai peserta kehilangan kesempatan hanya karena persoalan teknis yang tidak mereka sebabkan,” katanya.

    Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi juga mendorong agar dilakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mencari solusi yang berkeadilan bagi Nadya. Ferry menekankan bahwa semangat dan kemampuan akademik seorang peserta tidak dapat diukur hanya dari satu sesi ujian yang terhenti akibat keadaan kahar.

    Lebih jauh, ia mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap dunia pendidikan yang tercermin dari respons luas terhadap peristiwa tersebut. Menurutnya, kepedulian publik menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan meraih prestasi.

    “Jangan sampai kejadian ini mematahkan semangat Nadya maupun anak-anak lainnya untuk terus berprestasi. Justru ini harus menjadi momentum memperbaiki sistem agar lebih siap, lebih adil, dan lebih berpihak kepada peserta didik,” tegasnya.

    Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi berkomitmen mengawal persoalan tersebut dan mendorong lahirnya langkah-langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pelaksanaan kegiatan akademik maupun kompetisi pendidikan di masa mendatang. Dengan demikian, setiap siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dan kompetisi secara optimal tanpa terhambat kendala teknis yang berada di luar kendali mereka.

  • Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Dorong Pengembangan Potensi Desa untuk Tingkatkan PADes dan Kesejahteraan Masyarakat

    Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Dorong Pengembangan Potensi Desa untuk Tingkatkan PADes dan Kesejahteraan Masyarakat

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar rapat kerja (raker) yang membahas strategi pengembangan potensi desa sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta mendorong kesejahteraan masyarakat, Kamis (11/6/2026).

    Rapat kerja tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait, di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pariwisata (Dispar), Bapperida, Bapenda, BPKAD, Forum Desa Wisata, serta perwakilan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

    Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, mengatakan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki kekayaan potensi desa yang sangat besar, baik dari sektor wisata alam maupun budaya. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi motor penggerak perekonomian desa apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

    “Berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 62 desa yang memiliki potensi objek wisata alam dan budaya. Namun, hasil pendataan terbaru yang dilakukan oleh Tim Dinas Pariwisata dan DPMD menunjukkan bahwa baru 30 desa dan 1 kelurahan yang dinilai memiliki kesiapan untuk dikembangkan,” ujar Iwan Ridwan.

    Ia menjelaskan, potensi wisata yang dimiliki desa merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan secara bijak dan profesional. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku wisata, dan masyarakat dalam membangun ekosistem wisata yang terintegrasi.

    Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan PADes yang pada akhirnya berdampak pada pembangunan desa.

    “Potensi yang ada harus dikemas menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan. Namun yang lebih penting, bagaimana potensi tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat desa,” katanya.

    Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai aspek pendukung pengembangan desa wisata, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan aset desa, promosi destinasi, hingga dukungan infrastruktur dan regulasi yang diperlukan.

    Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada pengembangan potensi desa. Dengan kolaborasi seluruh pihak, desa-desa yang memiliki potensi unggulan diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang berdaya saing, mandiri secara ekonomi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

    Melalui langkah tersebut, Kabupaten Sukabumi optimistis dapat memaksimalkan potensi desa sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat peran desa dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Bupati Sukabumi H. Asep Japar Bersama Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Lalulintas

    Bupati Sukabumi H. Asep Japar Bersama Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Lalulintas

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama PT Jasa Raharja Cabang Sukabumi menyerahkan santunan kepada para ahli waris korban kecelakaan lalulintas, Kamis, 11 Juni 2026. Penyerahan santunan tersebut dilaksanakan di Pendopo Sukabumi.

    Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tujuh ahli waris yang mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja tersebut. Korban kecelakaan lalulintas ini merupakan warga Kabupaten Sukabumi.

    Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang Sukabumi Priotmojo mengatakan, para ahli waris yang hadir di Pendopo Sukabumi ini, merupakan korban kecelakaan lalulintas. Baik di wilayah hukum Polres Sukabumi dan Sukabumi Kota ataupun luar daerah.

    “Kami hadirkan para ahli waris di sini untuk menerima santunan,” ujarnya.

    Bupati Sukabumi H. Asep Japar turut menyampaikan dukacita dan berbelasungkawa atas kecelakaan yang menimpa sejumlah korban kecelakaan.

    “Saya atas nama pribadi dan pemerintah turut berbelasungkawa kepada keluarga korban,” ucapnya.

    Sekadar diketahui, dana santunan yang disalurkan berasal dari himpunan sumbangan wajib dan kecelakaan lalulintas jalan (SWDKLLJ) dan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dibayarkan masyarakat.

  • KICK OFF UMKM Naik Kelas Dan Motekar 2026, Bupati Sukabumi” UMKM Bertumbuh Ekonomi Bertumbuh”

    KICK OFF UMKM Naik Kelas Dan Motekar 2026, Bupati Sukabumi” UMKM Bertumbuh Ekonomi Bertumbuh”

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memulai program UMKM naik kelas dan Motekar 2026. Hal itu pasca dilaksanakan Kickoff Program UMKM Naik Kelas dan Motekar Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 di Aula PKK oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar pada Kamis, 11 Juni 2026.

    Program UMKM Naik Kelas dan Motekar menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi menumbuhkankembangkan para pelaku usaha di daerah.Apalagi program yang melibatkan puluhan pelaku UMKM ini, terdapat pendampingan,pelatihan, hingga berbagai Akses usaha agar lebih bertumbuh.

    Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 90 pelaku UMKM terpilih yang mendapatkan kesempatan mengikuti program UMKM Naik Kelas hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Provinsi Jawa Barat. Mereka akan dibina agar usahanya tumbuh selama empat bulan.

    Sementara untuk program motekar, diikuti 30 pelaku UMKM yang merupakan lulusan UMKM Naik Kelas 2025. Motekar yang merupakan akronim dari mandiri dengan optimalisasi teknologi secara terarah ini, merupakan salah program prioritas Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Program tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi, digitalisasi usaha, dan fasilitasi usaha.

    Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, program yang digagas ini, merupakan upaya pemerintah agar UMKM terus tumbuh dan berkembang. Bupati meyakini, semakin bertumbuhnya UMKM, maka akan bertumbuh juga Perekonomian di Kabupaten Sukabumi.

    “Dengan pelatihan ini, kami punya goal agar pelaku usaha mikro bertumbuh menjadi kecil, usaha kecil menjadi menengah. Kami inginkan pengusaha di Sukabumi terus bertumbuh,” ujarnya.

    Maka dari itu, program ini dirancang agar para pelaku UMKM lebih berakselerasi dalam perluasan usaha. Hal itu tentu saja melalui berbagai akses yang tersedia di dalamnya.

    “Kita terus dorong UMKM sebagai kekuatan perekonomian nasional,” ucapnya.

    Tak sekadar merancang program saja, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan akses Permodalan bagi pelaku UMKM. Bahkan akses permodalan melalui BPR Sukabumi ini, tanpa ada bunga.

    “Kami telah menyiapkan kredit tanpa bunga bagi pelaku UMKM melalui BPR Sukabumi,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Sri Hastuty Harahap menambahkan, 90 pelaku usaha yang mengikuti program UMKM Naik Kelas, merupakan orang-orang hasil seleksi. Mereka akan dibimbing selama empat bulan.

    “Setiap tiga pelaku pelaku UMKM akan pendamping. Mereka akan mengikuti program ini dari Mei-Agustus.Hal yang sama pun untuk program UMKM Motekar. 30 pelaku usaha ini pun akan dibina selama empat bulan,” pungkasnya.

  • Pemkab Sukabumi Pantau Keberlangsungan Program JKN, Pastikan Masyarakat Mendapat Layanan Kesehatan

    Pemkab Sukabumi Pantau Keberlangsungan Program JKN, Pastikan Masyarakat Mendapat Layanan Kesehatan

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi membahas Evaluasi Keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan penting ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman dan berlangsung di Sukabumi, Kamis (11/6).

    Dalam kesempatan itu dibahas tentang evaluasi kepesertaan, sinkronisasi data warga penerima bantuan iuran, serta memastikan ketersediaan anggaran agar keberlangsungan program JKN di Kabupaten Sukabumi tetap berjalan optimal.

    Dalam arahannya, Sekda H. Ade Suryaman menekankan bahwa program JKN merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan warganya. Oleh karena itu, sinergi dan validasi data menjadi kunci utama.

    “Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen penuh untuk menjaga keberlangsungan Program JKN ini. Kita ingin memastikan tidak ada warga kurang mampu yang kesulitan mendapat akses berobat. Untuk itu, saya minta seluruh dinas terkait terus memperbarui dan menyinkronkan data agar layanannya tepat sasaran” tegasnya.

    Lebih lanjut, rapat ini juga membahas langkah-langkah peningkatan mutu layanan fasilitas kesehatan di Kabupaten Sukabumi, baik di tingkat Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pemkab Sukabumi menargetkan pelayanan yang cepat, responsif, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh peserta JKN.

    Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap sinergitas antar-instansi semakin solid, sehingga program JKN dapat terus menjadi payung perlindungan kesehatan yang andal bagi seluruh lapisan masyarakat Sukabumi.

  • Destinasi Wisata Kabupaten Sukabumi, Pesona Alam yang Memikat Wisatawan Nusantara dan Mancanegara

    Destinasi Wisata Kabupaten Sukabumi, Pesona Alam yang Memikat Wisatawan Nusantara dan Mancanegara

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki kekayaan destinasi wisata alam, budaya, dan geologi yang luar biasa. Dengan bentang wilayah yang mencakup pegunungan, pantai, air terjun, hingga kawasan konservasi, Sukabumi menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus merasakan kearifan lokal masyarakat setempat.

    Salah satu destinasi unggulan Kabupaten Sukabumi adalah Ciletuh-Palabuhanratu Geopark. Kawasan yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark ini menawarkan panorama alam yang spektakuler dengan perpaduan pantai, perbukitan, air terjun, dan situs geologi berusia jutaan tahun. Kawasan geopark ini membentang di sejumlah kecamatan dan menjadi ikon pariwisata Kabupaten Sukabumi.

    Di dalam kawasan geopark tersebut, wisatawan dapat menikmati keindahan Pantai Palangpang yang terkenal dengan panorama Teluk Ciletuh serta pemandangan matahari terbenam yang memukau. Pantai ini juga menjadi salah satu pintu gerbang utama menuju kawasan Geopark Ciletuh dan menawarkan berbagai aktivitas wisata bahari.

    Selain pantai, Kabupaten Sukabumi juga memiliki sejumlah air terjun eksotis yang menjadi daya tarik wisatawan. Salah satunya adalah Curug Cikaso yang dikenal sebagai salah satu air terjun terindah di Sukabumi. Air terjun ini memiliki tiga aliran utama yang jatuh dari tebing setinggi sekitar 30 meter dengan kolam alami berwarna kehijauan yang memanjakan mata pengunjung.

    Bagi pecinta panorama alam dari ketinggian, Puncak Darma menjadi lokasi yang wajib dikunjungi. Dari tempat ini, wisatawan dapat menikmati hamparan Teluk Ciletuh, perbukitan hijau, dan bentang alam geopark yang menakjubkan. Puncak Darma menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.

    Tidak hanya itu, Kabupaten Sukabumi juga memiliki kawasan wisata alam pegunungan yang sejuk seperti Selabintana. Kawasan ini menawarkan udara segar, hamparan hutan pinus, serta suasana yang cocok untuk rekreasi keluarga dan kegiatan wisata alam.