Category: News

  • Bupati Sukabumi H. Asep Japar Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng,” Laut Lestari Nelayan Berseri”

    Bupati Sukabumi H. Asep Japar Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng,” Laut Lestari Nelayan Berseri”

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H Asep Japar menghadiri puncak peringatan Syukuran Nelayan ke-60 Ujunggenteng yang digelar di kawasan Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Minggu (14/6/2026).

    Mengusung tema “Laut Lestari Nelayan Berseri”, perayaan tahunan ini menjadi ruang pertemuan antara nilai budaya, rasa syukur atas hasil laut, dan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

    Berbagai pertunjukan seperti tarian tradisional, pencak silat, hingga kegiatan sosial dan ekonomi turut memeriahkan acara yang telah bertahan selama enam dekade itu.

    Bupati H Asep Japar menyebut syukuran nelayan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur sekaligus wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan melalui laut.

    “Menjaga budaya pesisir harus berjalan beriringan dengan upaya melestarikan lingkungan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” ucapnya.

    Bupati menilai tradisi yang terus dipertahankan masyarakat Ujunggenteng memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya.

    Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kata dia, berkomitmen mendukung keberlanjutan sektor kelautan melalui pembangunan infrastruktur, bantuan bagi nelayan, perlindungan sosial, serta pengembangan pariwisata bahari yang terintegrasi.

    Ketua Panitia Syukuran Nelayan Ujunggenteng, Asep JK, mengatakan tema tahun ini mencerminkan tekad masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan pelestarian lingkungan.

    “tradisi syukuran bukan hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mempererat solidaritas sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir,” ujarnya.

    Selain prosesi adat seperti larung saji dan pagelaran wayang golek, rangkaian kegiatan turut diisi dengan pameran UMKM, turnamen bola voli, trek pantai, sunatan massal, santunan bagi anak yatim dan lansia, tabligh akbar, serta berbagai perlombaan.

    Dalam kesempatan tersebut Bupati beserta Forkopimda menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada para nelayan.

  • Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Dampingi Bupati Sukabumi H.Asep Japar Hadiri Puncak Syukuran Nelayan ke-60 Ujunggenteng

    Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Dampingi Bupati Sukabumi H.Asep Japar Hadiri Puncak Syukuran Nelayan ke-60 Ujunggenteng

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi mendampingi Bupati Sukabumi H. Asep Japar menghadiri puncak peringatan Syukuran Nelayan ke-60 Ujunggenteng yang digelar di kawasan Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Minggu (14/6/2026).

    Mengusung tema “Laut Lestari, Nelayan Berseri”, perayaan tahunan yang telah menjadi tradisi masyarakat pesisir selama enam dekade tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri hasil laut sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan demi kesejahteraan masyarakat.

    Kegiatan berlangsung meriah dengan beragam pertunjukan budaya dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat. Mulai dari tarian tradisional, pencak silat, pameran UMKM, hingga berbagai perlombaan yang menambah semarak perayaan.

    Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa Syukuran Nelayan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan simbol penghormatan terhadap warisan budaya leluhur dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan melalui laut.

    “Menjaga budaya pesisir harus berjalan beriringan dengan upaya melestarikan lingkungan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” ujarnya.

    Menurut Bupati, tradisi Syukuran Nelayan yang terus dipertahankan oleh masyarakat Ujunggenteng memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan melalui pembangunan infrastruktur, pemberian bantuan kepada nelayan, perlindungan sosial, serta pengembangan pariwisata bahari yang terintegrasi.

    Sementara itu, Ketua Panitia Syukuran Nelayan Ujunggenteng, Asep JK, mengatakan bahwa tema yang diusung tahun ini mencerminkan tekad masyarakat pesisir untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut dan pelestarian lingkungan.

    “Tradisi syukuran bukan hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mempererat solidaritas sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir,” ungkapnya.

    Rangkaian kegiatan Syukuran Nelayan ke-60 diisi dengan berbagai agenda budaya dan sosial, di antaranya prosesi adat larung saji, pagelaran wayang golek, tabligh akbar, turnamen bola voli, trek pantai, sunatan massal, santunan bagi anak yatim dan lansia, serta beragam perlombaan yang melibatkan masyarakat setempat.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, juga menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada para nelayan sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan dan jaminan sosial bagi pekerja sektor perikanan.

    Peringatan Syukuran Nelayan ke-60 Ujunggenteng diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendorong kemajuan sektor kelautan dan pariwisata Kabupaten Sukabumi yang berkelanjutan.

  • Siswi Gagal Tuntaskan OSN Akibat Listrik Padam, DPRD Sukabumi Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Ujian Berbasis Digital

    Siswi Gagal Tuntaskan OSN Akibat Listrik Padam, DPRD Sukabumi Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Ujian Berbasis Digital

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Peristiwa yang menimpa Nadya Putrinda Paramitha, siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, yang gagal menyelesaikan ujian Olimpiade Sains Nasional (OSN) akibat pemadaman listrik, mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Sukabumi.

    Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriadi, menilai insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata. Menurutnya, kejadian yang dialami Nadya menjadi cerminan masih adanya kerentanan dalam penyelenggaraan ujian berbasis digital, terutama di daerah yang belum memiliki sistem pendukung kelistrikan yang memadai.

    “Anak-anak yang telah berjuang mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi akademik tidak boleh dirugikan oleh faktor di luar kemampuan mereka. Prestasi dan kesempatan mereka harus tetap terlindungi,” ujar Ferry.

    Peristiwa itu menjadi perhatian publik setelah video Nadya menangis histeris beredar luas di media sosial. Siswi kelas V tersebut tidak dapat melanjutkan sesi ketiga atau sesi terakhir mata pelajaran IPS yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.00 WIB karena listrik padam saat ujian masih berlangsung.

    Ferry menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak terkait, mulai dari penyelenggara OSN, satuan pendidikan, hingga instansi yang memiliki kewenangan dalam penyediaan infrastruktur pendukung.

    Menurutnya, pelaksanaan ujian berbasis komputer harus dibarengi dengan mitigasi risiko yang matang. Sekolah maupun penyelenggara perlu memiliki skenario darurat untuk mengantisipasi gangguan teknis seperti pemadaman listrik, gangguan jaringan internet, maupun kerusakan perangkat.

    “Ke depan harus ada standar operasional yang jelas ketika terjadi kondisi darurat. Jangan sampai peserta kehilangan kesempatan hanya karena persoalan teknis yang tidak mereka sebabkan,” katanya.

    Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi juga mendorong agar dilakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mencari solusi yang berkeadilan bagi Nadya. Ferry menekankan bahwa semangat dan kemampuan akademik seorang peserta tidak dapat diukur hanya dari satu sesi ujian yang terhenti akibat keadaan kahar.

    Lebih jauh, ia mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap dunia pendidikan yang tercermin dari respons luas terhadap peristiwa tersebut. Menurutnya, kepedulian publik menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan meraih prestasi.

    “Jangan sampai kejadian ini mematahkan semangat Nadya maupun anak-anak lainnya untuk terus berprestasi. Justru ini harus menjadi momentum memperbaiki sistem agar lebih siap, lebih adil, dan lebih berpihak kepada peserta didik,” tegasnya.

    Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi berkomitmen mengawal persoalan tersebut dan mendorong lahirnya langkah-langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pelaksanaan kegiatan akademik maupun kompetisi pendidikan di masa mendatang. Dengan demikian, setiap siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dan kompetisi secara optimal tanpa terhambat kendala teknis yang berada di luar kendali mereka.

  • Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Dorong Pengembangan Potensi Desa untuk Tingkatkan PADes dan Kesejahteraan Masyarakat

    Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Dorong Pengembangan Potensi Desa untuk Tingkatkan PADes dan Kesejahteraan Masyarakat

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar rapat kerja (raker) yang membahas strategi pengembangan potensi desa sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta mendorong kesejahteraan masyarakat, Kamis (11/6/2026).

    Rapat kerja tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait, di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pariwisata (Dispar), Bapperida, Bapenda, BPKAD, Forum Desa Wisata, serta perwakilan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

    Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, mengatakan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki kekayaan potensi desa yang sangat besar, baik dari sektor wisata alam maupun budaya. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi motor penggerak perekonomian desa apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

    “Berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 62 desa yang memiliki potensi objek wisata alam dan budaya. Namun, hasil pendataan terbaru yang dilakukan oleh Tim Dinas Pariwisata dan DPMD menunjukkan bahwa baru 30 desa dan 1 kelurahan yang dinilai memiliki kesiapan untuk dikembangkan,” ujar Iwan Ridwan.

    Ia menjelaskan, potensi wisata yang dimiliki desa merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan secara bijak dan profesional. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku wisata, dan masyarakat dalam membangun ekosistem wisata yang terintegrasi.

    Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan PADes yang pada akhirnya berdampak pada pembangunan desa.

    “Potensi yang ada harus dikemas menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan. Namun yang lebih penting, bagaimana potensi tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat desa,” katanya.

    Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai aspek pendukung pengembangan desa wisata, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan aset desa, promosi destinasi, hingga dukungan infrastruktur dan regulasi yang diperlukan.

    Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada pengembangan potensi desa. Dengan kolaborasi seluruh pihak, desa-desa yang memiliki potensi unggulan diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang berdaya saing, mandiri secara ekonomi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

    Melalui langkah tersebut, Kabupaten Sukabumi optimistis dapat memaksimalkan potensi desa sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat peran desa dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Ketua DPRD Sukabumi Dampingi Bupati Sukabumi Terima LHP BPK, Kabupaten Sukabumi Raih WTP Ke-12 Berturut-turut

    Ketua DPRD Sukabumi Dampingi Bupati Sukabumi Terima LHP BPK, Kabupaten Sukabumi Raih WTP Ke-12 Berturut-turut

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi mendampingi Bupati Sukabumi H. Asep Japar menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Jawa Barat. Penyerahan LHP tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 5 Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-12 kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menerapkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Penyerahan LHP merupakan bagian dari agenda tahunan BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat dalam menyampaikan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah di seluruh wilayah Jawa Barat.

    Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Firman Nurcahyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat yang telah berhasil menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan baik.

    “Pencapaian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

    Meski demikian, Firman menegaskan bahwa raihan opini WTP bukanlah akhir dari proses perbaikan tata kelola pemerintahan. Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan serta menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan BPK dalam hasil pemeriksaannya.

    Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyambut baik capaian tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang telah bekerja keras dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, opini WTP ke-12 merupakan hasil sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

    Turut hadir mendampingi Bupati Sukabumi dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, Inspektur Kabupaten Sukabumi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

    Raihan opini WTP yang ke-12 kalinya ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengelola keuangan daerah secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Reses di Kalapanunggal, H.M. Loka Tresnajaya Serap Aspirasi dan Kawal Usulan Prioritas Masyarakat Dapil II

    Reses di Kalapanunggal, H.M. Loka Tresnajaya Serap Aspirasi dan Kawal Usulan Prioritas Masyarakat Dapil II

    garudasaktinews.com – Sukabumi, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Golkar, H.M. Loka Tresnajaya, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan kedua tahun 2026 di Kampung Kadununggal RT 13/03, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan yang diharapkan dapat direalisasikan melalui program pemerintah daerah.

    Reses yang dihadiri para Ketua Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus Desa (PD) se-Daerah Pemilihan (Dapil) II itu berlangsung dalam suasana dialogis. Berbagai usulan yang disampaikan masyarakat masih didominasi oleh program-program yang telah diajukan pada tahun 2025 dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.

    H.M. Loka Tresnajaya mengatakan, reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi perkembangan usulan yang telah disampaikan sebelumnya.

    “Alhamdulillah hari ini merupakan reses pertama pada masa reses kedua tahun 2026. Konstituen yang hadir adalah para Ketua PK dan PD se-Dapil II. Sebagian besar pembahasan masih berkaitan dengan usulan-usulan yang telah diajukan pada tahun 2025 dan menjadi harapan masyarakat untuk segera direalisasikan,” ujarnya.

    Menurut Loka, sejumlah usulan yang mengemuka mencakup sektor infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan program pembangunan desa. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan Kabupaten Sukabumi.

    Ia menegaskan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD. Komunikasi yang terjalin antara wakil rakyat dan masyarakat dinilai sangat penting untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

    “Kami ingin memastikan bahwa setiap usulan yang disampaikan masyarakat tidak berhenti pada tahap penyampaian saja, tetapi terus kami kawal agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan daerah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

    Melalui kegiatan reses tersebut, Loka berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan DPRD semakin kuat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah Dapil II. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus aktif menyampaikan masukan dan kebutuhan daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

    Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian berbagai masukan dari peserta yang hadir, sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

  • Reses di Nyangkowek, Deni Gunawan Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Percepatan Pembangunan Desa

    Reses di Nyangkowek, Deni Gunawan Kawal Aspirasi Warga dan Dorong Percepatan Pembangunan Desa

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, Deni Gunawan, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Ke-2 Masa Sidang Tahun 2026 yang digelar di Kantor Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk membahas berbagai kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas di wilayah tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Deni Gunawan menyampaikan bahwa sejumlah aspirasi masyarakat yang sebelumnya dihimpun melalui kegiatan reses telah mulai menunjukkan perkembangan positif. Beberapa di antaranya adalah rencana pengembangan Kantor Desa Nyangkowek serta penataan Lapang Caringin yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

    Menurut Deni, pengembangan Kantor Desa Nyangkowek lahir dari kebutuhan pemerintah desa untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kepada masyarakat yang terus berkembang. Namun dalam proses perencanaannya, terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, salah satunya keberadaan bangunan taman kanak-kanak (TK) yang berada di area yang direncanakan untuk perluasan kantor desa.

    “Ini merupakan hasil dari beberapa reses yang telah kami laksanakan sebelumnya. Alhamdulillah, saya bisa bekerja sama secara sinergis dengan Kepala Desa Nyangkowek yang memiliki banyak inovasi dan perlu terus didorong demi kemajuan desa,” ujar Deni Gunawan.

    Ia menegaskan bahwa keberhasilan memperjuangkan aspirasi masyarakat tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara DPRD, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam merealisasikan berbagai program pembangunan.

    Selain membahas pengembangan kantor desa, warga juga menyampaikan berbagai usulan terkait peningkatan sarana dan prasarana publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kebutuhan pembangunan lingkungan yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari.

    Deni menuturkan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah. Ia berkomitmen untuk terus mengawal usulan-usulan tersebut agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan dan skala prioritas yang telah ditetapkan.

    “Kegiatan reses bukan hanya sekadar agenda formal, tetapi menjadi sarana untuk memastikan bahwa suara masyarakat dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah. Kami akan terus berupaya mengawal setiap aspirasi yang memang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

    Melalui kegiatan reses tersebut, Deni Gunawan berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah semakin kuat sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta kesejahteraan masyarakat Desa Nyangkowek dan wilayah sekitarnya.

    Reses berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan partisipatif, dengan masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai masukan, harapan, serta usulan pembangunan yang diharapkan dapat segera diwujudkan demi kemajuan Kecamatan Cicurug dan Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan.

  • Reses Ke-2 DPRD Kabupaten Sukabumi Jaring Aspirasi Warga di 147 Titik, Perkuat Arah Pembangunan Daera

    Reses Ke-2 DPRD Kabupaten Sukabumi Jaring Aspirasi Warga di 147 Titik, Perkuat Arah Pembangunan Daera

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, DPRD Kabupaten Sukabumi melaksanakan Reses Ke-2 Masa Sidang Tahun 2026 pada 3–5 Juni 2026 sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan daerah. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para anggota dewan untuk turun langsung ke daerah pemilihan (dapil), berdialog dengan masyarakat, serta menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di tingkat desa dan kecamatan.

    Sebanyak 49 anggota DPRD Kabupaten Sukabumi melaksanakan reses secara serentak di 147 titik kegiatan yang tersebar pada 110 desa di 42 kecamatan. Melalui agenda tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, usulan pembangunan, hingga persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

    Reses merupakan salah satu mekanisme konstitusional DPRD dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi, tetapi juga memastikan bahwa program pembangunan yang direncanakan pemerintah benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

    Berbagai aspirasi yang mengemuka selama pelaksanaan reses mencakup pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, pengembangan pertanian, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga peningkatan pelayanan publik. Seluruh masukan tersebut akan dihimpun dan dibahas lebih lanjut sebagai bahan penyusunan program serta prioritas pembangunan daerah.

    Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa hasil reses memiliki peran strategis dalam proses perencanaan pembangunan. Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi salah satu referensi penting dalam pembahasan kebijakan daerah, penyusunan program kerja pemerintah, serta penganggaran yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

    “Reses merupakan jembatan komunikasi antara masyarakat dan DPRD. Melalui kegiatan ini, anggota dewan dapat mengetahui secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memahami kebutuhan yang menjadi prioritas warga. Aspirasi yang terkumpul akan menjadi bahan dalam memperjuangkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

    Selain menyerap aspirasi, kegiatan reses juga menjadi upaya mendorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah. Keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan gagasan dan kebutuhan dinilai penting agar pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah dapat berjalan efektif, merata, dan memberikan manfaat yang nyata.

    Pelaksanaan Reses Ke-2 Tahun 2026 menunjukkan komitmen DPRD Kabupaten Sukabumi untuk terus hadir di tengah masyarakat serta memastikan setiap aspirasi yang disampaikan memperoleh perhatian dalam proses pengambilan kebijakan. Dengan komunikasi yang terbangun secara langsung antara wakil rakyat dan masyarakat, diharapkan pembangunan di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan lebih responsif, inklusif, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan setiap wilayah.

    Melalui hasil reses yang telah dilaksanakan, DPRD Kabupaten Sukabumi akan menginventarisasi seluruh usulan masyarakat untuk selanjutnya disampaikan dalam forum-forum pembahasan bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

  • Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Harkitnas ke-118, Teguhkan Semangat Kebangkitan di Era Digital

    Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Harkitnas ke-118, Teguhkan Semangat Kebangkitan di Era Digital

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar menghadiri Upacara Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu (20/5/2026).

    Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar. Sementara itu, IPDA Tri Yuda Rinaldy Ruslan dari Polres Sukabumi bertindak sebagai komandan upacara.

    Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Momentum tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan era digital.

    Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakan Bupati Sukabumi, Meutya Viada Hafid menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

    Hari Kebangkitan Nasional yang berakar dari lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908 disebut sebagai tonggak perubahan perjuangan bangsa, dari perjuangan fisik menuju perjuangan intelektual, persatuan, dan diplomasi.

    “Semangat 1908 adalah tonggak di mana perjuangan bangsa mulai melampaui sekat-sekat kedaerahan demi kedaulatan yang bermartabat,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menteri.

    Menurutnya, tantangan bangsa saat ini telah berkembang, tidak lagi sekadar mempertahankan wilayah, melainkan juga menjaga kedaulatan informasi dan ruang digital di tengah derasnya arus teknologi.

    Pemerintah pun terus menghadirkan berbagai program strategis nasional untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

    Selain itu, penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat akses masyarakat terhadap permodalan, distribusi hasil panen, kebutuhan pokok, hingga pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.

    Isu perlindungan anak di ruang digital turut menjadi perhatian pemerintah melalui penerapan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS. Salah satu kebijakan yang mulai diterapkan sejak 28 Maret 2026 yakni penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi.

    “Kita ingin memastikan anak-anak sebagai tunas bangsa tumbuh di ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai usia perkembangan mereka,” lanjutnya.

    Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, menyambut positif semangat kebangkitan nasional yang terus digaungkan pemerintah. Menurutnya, Harkitnas menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

    Melalui peringatan Harkitnas ke-118 ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh lapisan masyarakat, akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk terus menyalakan semangat persatuan dan gotong royong demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Ai Sri Mulyati Soroti Mangkraknya Pembangunan Masjid Al Afghani di Nyalindung, Minta Pemkab Transparan dan Tuntaskan Proyek

    Ai Sri Mulyati Soroti Mangkraknya Pembangunan Masjid Al Afghani di Nyalindung, Minta Pemkab Transparan dan Tuntaskan Proyek

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Ai Sri Mulyati, menyoroti belum rampungnya pembangunan Masjid Al Afghani yang berlokasi di Kampung Cisayar RT 007/RW 008, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah mengingat proyek pembangunan rumah ibadah itu telah berjalan sejak tahun 2020.

    Masjid yang berada di jalur strategis Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten itu hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Padahal, peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi saat itu, Marwan Hamami, pada Agustus 2020 lalu.

    Ai Sri Mulyati menyampaikan bahwa masyarakat mempertanyakan kelanjutan pembangunan masjid yang dinilai terlalu lama penyelesaiannya. Menurutnya, keberadaan masjid bukan hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi simbol pelayanan dan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Ini tentu menjadi perhatian bersama. Masyarakat berharap pembangunan Masjid Al Afghani dapat segera diselesaikan agar bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan ibadah maupun sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

    Berdasarkan data yang tercantum pada sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sukabumi, pembangunan tersebut sebelumnya masuk dalam paket proyek Pembangunan Masjid Cisayar (Lanjutan) di bawah satuan kerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi dengan pagu anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2022.

    Ai Sri Mulyati meminta adanya keterbukaan informasi terkait progres pembangunan, termasuk evaluasi terhadap pelaksanaan proyek yang hingga kini belum selesai. Ia menilai transparansi penting agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai kondisi pembangunan masjid tersebut.

    Selain itu, dirinya juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret agar pembangunan dapat dituntaskan. Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran daerah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berlarut-larut tanpa kepastian penyelesaian.

    “Harapan masyarakat sederhana, masjid ini bisa segera selesai dan digunakan sebagaimana mestinya. Pemerintah tentu perlu hadir memberikan kepastian,” tambahnya.

    Keberadaan Masjid Al Afghani sendiri dinilai cukup strategis karena berada di kawasan lintasan utama Sukabumi selatan. Warga berharap bangunan tersebut nantinya dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ikon wilayah Kecamatan Nyalindung.