Author: admin

  • Pelepasan Putra Dan Putri Terbaik Untuk Seleksi Paskibraka Tingkat Jawa Barat, Sekda Sampaikan Rasa Bangga

    Pelepasan Putra Dan Putri Terbaik Untuk Seleksi Paskibraka Tingkat Jawa Barat, Sekda Sampaikan Rasa Bangga

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman melepas putra san putri daerah terbaik untuk mengikuti seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Pendopo Sukabumi, Senin, 18 Mei 2026.

    Putra dan putri daerah terbaik tersebut ialah Darrel Thio Akhdan dan Deby Cahaya Renisya. Mereka berasal SMAN 1 Parungkuda dan SMAN Cicurug.

    Dalam kesempatan tersebut, Sekda mengaku bangga adanya putra daerah yang mendapatkan kesempatan untuk menunjukan kemampuannya di tingkat Provinsi. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimaksimalkan.

    “Ini putra putri terbaik. Berusaha semaksimal mungkin agar yang diinginkan dapat tercapai,” ujarnya.

    Selain itu, Sekda pun berpesan agar para calon paskibraka itu dapat menjaga kesehatan. Termasuk mentalnya harus kuat supaya proses seleksi berjalan lancar.

    “Pokoknya jangan tegang. Mental dan kesehatan harus dijaga,” ucapnya.

    Sekda pun mendoakan agar para peserta seleksi ini lolos. Sehingga ada keterwakilan Kabupaten Sukabumi yang menjadi paskibraka di tingkat provinsi.

    “Mari kita berdoa bersama. Semoga terpilih di tingkat provinsi,” harapnya.

  • Ketua DPRD Sukabumi Dukung Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia, Dorong Pembinaan Karakter Generasi Muda Islam

    Ketua DPRD Sukabumi Dukung Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia, Dorong Pembinaan Karakter Generasi Muda Islam

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyatakan dukungan penuh terhadap agenda Kemah Religi yang akan diselenggarakan oleh Pemuda Masjid Dunia di kawasan Pusbangdai (Pusat Pengembangan Dakwah Islam) Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

    Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dikemas melalui pendekatan alam terbuka tersebut menjadi langkah strategis dalam membina karakter generasi muda Islam agar memiliki mental kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing.

    Budi Azhar menilai, pembinaan generasi muda saat ini tidak cukup hanya dilakukan melalui pendidikan formal semata. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh budaya digital, ruang-ruang pembinaan spiritual dinilai sangat penting untuk memperkuat akhlak dan moral generasi milenial maupun Gen Z.

    “Saya menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Kemah Religi yang dilaksanakan Pemuda Masjid Dunia di Pusbangdai Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter generasi muda Islam,” ujar Budi Azhar, Jumat (8/5/2026).

    Ia menambahkan, kegiatan seperti Kemah Religi juga dapat menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah antar pemuda masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Selain memperdalam nilai-nilai keislaman, para peserta juga diharapkan mampu membangun semangat kolaborasi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    Menurutnya, keberadaan generasi muda yang aktif dalam kegiatan masjid menjadi aset penting dalam menjaga nilai-nilai religius di Kabupaten Sukabumi. Karena itu, seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah dan lembaga legislatif, perlu memberikan dukungan terhadap kegiatan positif yang berorientasi pada pembinaan moral dan spiritual anak muda.

    Budi berharap Kemah Religi di Pusbangdai Cikembar dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi pembentukan generasi muda Islam yang berakhlak, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan umat dan daerah.

  • Jajaran Kodim 0622 Ikuti Launching Program Percepatan Pembentukan KDKMP Oleh Presiden RI

    Jajaran Kodim 0622 Ikuti Launching Program Percepatan Pembentukan KDKMP Oleh Presiden RI

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Program percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi diluncurkan secara nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026). Peluncuran operasional 1.061 koperasi tersebut dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

    Di Kabupaten Sukabumi, jajaran Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan peresmian secara virtual dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu. Acara itu dihadiri unsur Forkopimda, camat, hingga kepala desa setempat.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut pembentukan koperasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

    Ia mengatakan proses pembangunan koperasi berjalan cepat, mulai dari tahap konsep hingga realisasi fisik.

    “Dalam tujuh bulan kita bisa membangun 1.061 koperasi, dan secara fisik yang sudah selesai lebih dari 9.000 gedung,” kata Presiden.

    Menurutnya, koperasi desa akan menjadi wadah ekonomi bersama yang dimiliki masyarakat dan diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat bawah.

    “Koperasi ini akan jadi milik bersama dan membantu ekonomi kekeluargaan Indonesia. Mari kita percaya diri untuk mewujudkan Indonesia kuat dan bangsa yang hebat,” ujarnya.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah ingin memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penguatan ekonomi desa.

    Menurut Zulkifli, program koperasi desa menjadi bagian dari cita-cita besar pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat paling bawah.

    “Negara hadir bukan untuk segelintir kelompok, tetapi hadir untuk mendorong ekonomi masyarakat. Melalui koperasi desa ini, Presiden bercita-cita ekonomi tumbuh dari bawah,” katanya.

    Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, mengatakan saat ini pembangunan koperasi di wilayah Kabupaten Sukabumi terus berjalan secara bertahap.

    Ia menyebut sudah ada 57 unit koperasi yang selesai dibangun dan tersebar di sejumlah kecamatan. Dalam waktu dekat, fasilitas penunjang operasional koperasi juga akan mulai dilengkapi.

    “Mulai dari rak, kendaraan motor, truk, hingga pick up akan didukung secara bertahap oleh PT Agrinas,” ujarnya.

    Letkol Agung berharap keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa serta menopang aktivitas ekonomi warga di tingkat paling bawah.

    “Karena koperasi ini nantinya akan menopang sendi-sendi kehidupan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat desa,” kata dia.

  • Bupati Sukabumi Resmikan Desa Sukajaya Sebagai Desa Wisata Tikukur, ” Mendorong Pariwisata Berbasis Masyarakat”

    Bupati Sukabumi Resmikan Desa Sukajaya Sebagai Desa Wisata Tikukur, ” Mendorong Pariwisata Berbasis Masyarakat”

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan Desa Sukajaya , Kecamatan Sukabumi sebagai Desa Wisata Tikukur. Peresmian dilaksanakan dalam momen Festival Seni Budaya Tikukur 2026 di Bale Tkukur, Desa Sukajaya, Sabtu, 16 Mei 2026.

    Desa Wisata Tikukur sendiri, merupakan satu dari 31 Desa/Kampung Wisata yang telah dikukuhkan Bupati Sukabumi H. Asep Japar, belum lama ini. Desa tersebut menonjolkan berbagai potensi wilayahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi yang luar biasa. Baik dari sisi alam, budaya, maupun UMKM. Kehadiran desa wisata menjadi salah satu upaya mendorong potensi tersebut dari mulai tingkat desa.

    “Kami memiliki potensi yang luar biasa. Dengan adanya desa wisata yang dibantu Komite Ekonomi Kreatif, kami yakin potensi desa dapat terdongkrak,” ujarnya.

    Oleh karena itu, bupati mendorong seluruh desa di Kabupaten Sukabumi dapat menggali dan menonjolkan potensi wilayahnya. Hal itu sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian desa ke depannya.

    “Kami pun dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Ini merupakan upaya untuk membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ucapnya.

    Bahkan ke depannya, desa wisata ini bukan hanya menghadirkan destinasi dan atraksi wisata, namun membuka berbagai peluang bagi masyarakat.

    “Kehadiran desa wisata ini, bisa membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, mengembangkan UMKM, melestarikan budaya lokal, serta ekonomi kreatif masyarakat,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, bupati mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi, bersinergi, serta menjaga kelestarian potensi lokal Berbasis sektor pariwisata dan budaya.

    “Di samping itu juga, kita harus terus meningkatkan kualitas SDM, membangun pelayanan wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan,” bebernya.

    Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya Deden Gunaefi mengatakan, letak geografis desa yang beririsan dengan Kota Sukabumi menjadi nilai lebih. Terutama dalam mengembangkan potensi desanya yang didominasi hasil pertanian, peternakan dan UMKM.

    “Warga kota yang ingin menikmati suasana alam,banyak yang berkunjung ke tempat kami. Kami manfaatkan untuk menunjukan potensi yang ada. Alhamdulillah setiap libur, tempat kami selalu ramai dikunjungi,” pungkasnya

  • Pemerintah Kabupaten Sukabumi Gerak Cepat Tangani Pohon Tumbang Di Jalur Nasional Palabuhanratu-Banten

    Pemerintah Kabupaten Sukabumi Gerak Cepat Tangani Pohon Tumbang Di Jalur Nasional Palabuhanratu-Banten

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menangani peristiwa pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan nasional penghubung Palabuhanratu menuju wilayah Banten di Kecamatan Cikakak, Jumat (15/5/2026) malam.

    Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut sejak sore hari. Sebuah pohon ketapang berukuran besar roboh dan melintang di badan jalan kawasan Jaipong, sehingga menghambat arus lalu lintas dari kedua arah.

    Selain menutup jalur utama kendaraan, pohon tumbang juga menyebabkan tiang listrik di sekitar lokasi ikut roboh. Kondisi tersebut membuat proses penanganan dilakukan secara hati-hati demi memastikan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

    Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pemadam Kebakaran langsung menerjunkan personel begitu menerima laporan dari warga. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama BPBD, Tagana, aparat kepolisian, serta berkoordinasi dengan pihak PLN.

    Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan respons cepat dilakukan untuk mempercepat pembukaan akses jalan nasional yang sempat terputus akibat material pohon.

    “Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan memastikan akses jalan dapat segera kembali normal,” ujarnya.

    Menurut Erwin, proses evakuasi membutuhkan waktu karena ukuran batang pohon yang cukup besar. Petugas menggunakan sejumlah alat pemotong dan peralatan penyelamatan guna membersihkan material pohon dari badan jalan.

    Di sisi lain, keberadaan tiang listrik yang roboh menjadi perhatian khusus dalam proses penanganan. Untuk mengantisipasi risiko bahaya listrik, petugas berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan pengamanan jaringan selama proses evakuasi berlangsung.

    Penanganan di lokasi melibatkan dua regu Damkar dengan dukungan personel gabungan lintas instansi. Berkat kerja sama seluruh unsur, material pohon berhasil disingkirkan dan jalur nasional kembali dapat dilalui kendaraan.

    Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah rawan pohon tumbang dan longsor.

    “Alhamdulillah proses penanganan berjalan lancar dan akses lalu lintas kini sudah kembali normal,” pungkas Erwin.

  • Opak Jampang Jadi Oleh-Oleh Favorit Khas Sukabumi, Cita Rasa Tradisional Tetap Digemari

    Opak Jampang Jadi Oleh-Oleh Favorit Khas Sukabumi, Cita Rasa Tradisional Tetap Digemari

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Kabupaten Sukabumi memiliki beragam kuliner khas yang menjadi incaran wisatawan, salah satunya Opak Jampang. Camilan tradisional khas wilayah Pajampangan ini hingga kini masih menjadi oleh-oleh favorit masyarakat karena memiliki cita rasa gurih, renyah, dan aroma khas hasil proses pembakaran tradisional.

    Opak Jampang berasal dari wilayah Jampangkulon, Sukabumi Selatan, dan telah dikenal luas sebagai salah satu produk unggulan UMKM lokal. Berbeda dengan opak pada umumnya yang berbahan dasar singkong atau tapioka, Opak Jampang dibuat dari beras ketan putih berkualitas yang dipadukan dengan kelapa pilihan sehingga menghasilkan tekstur yang lebih renyah dan gurih.

    Proses pembuatannya pun masih mempertahankan cara tradisional menggunakan tungku dan dibakar, bukan digoreng. Hal tersebut menjadi salah satu ciri khas yang membuat aroma Opak Jampang lebih harum dan tidak berminyak. Selain rasa asin atau gurih yang dikenal sebagai opak rangu, tersedia pula varian manis yang disebut opak kembung.

    Popularitas Opak Jampang terus meningkat seiring berkembangnya sektor pariwisata dan UMKM di Sukabumi Selatan. Bahkan, produk ini kini dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri sebagai camilan khas Sukabumi yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.

    Camat Jampangkulon, Dading S.Pd., KP, menyebut Opak Jampang merupakan warisan kuliner turun-temurun masyarakat yang harus terus dijaga dan dikembangkan melalui inovasi kemasan maupun pemasaran agar semakin dikenal luas.

    Selain menjadi ikon kuliner, keberadaan UMKM Opak Jampang juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Banyak warga menggantungkan penghasilan dari usaha produksi opak yang tersebar di berbagai wilayah Pajampangan. Pemerintah daerah pun terus mendorong penguatan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk mendukung pemasaran produk lokal tersebut.

    Sejumlah wisatawan mengaku selalu membeli Opak Jampang saat berkunjung ke Sukabumi. Salah seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa rasa gurih dan aroma bakarnya menjadi alasan utama dirinya menyukai camilan tersebut.

    “Kalau ke Sukabumi rasanya belum lengkap tanpa beli Opak Jampang. Rasanya khas, renyah, dan cocok dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah,” ujarnya.

    Pengunjung lainnya juga menilai Opak Jampang memiliki cita rasa tradisional yang sulit ditemukan di daerah lain.

    “Yang membuat berbeda itu aroma bakarnya dan teksturnya yang ringan. Meski sederhana, rasanya bikin ketagihan,” katanya.

    Dengan kualitas rasa yang tetap terjaga dan dukungan terhadap UMKM lokal, Opak Jampang diyakini akan terus menjadi salah satu oleh-oleh kebanggaan khas Sukabumi yang diminati masyarakat dari berbagai daerah.

  • Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Resmi Buka Pemuda Pakidulan Cup, Turnamen Jadi Ajang Pemersatu Generasi Muda

    Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Resmi Buka Pemuda Pakidulan Cup, Turnamen Jadi Ajang Pemersatu Generasi Muda

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, secara resmi membuka Open Turnamen Sepakbola Pemuda Pakidulan Cup di Lapang Sepak Bola Sawit Tunggal, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Turnamen tersebut menjadi salah satu ajang olahraga terbesar di wilayah Pakidulan yang mempertemukan puluhan klub sepak bola dari berbagai daerah.

    Sebanyak 32 kesebelasan dari wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi hingga Kota Sukabumi ambil bagian dalam kompetisi yang menggunakan sistem gugur tersebut. Panitia menjadwalkan turnamen berlangsung hingga 30 Mei 2026 mendatang dengan menghadirkan pertandingan-pertandingan kompetitif yang diprediksi menyedot perhatian masyarakat pecinta sepak bola.

    Dalam sambutannya, Budi Azhar Mutawali menegaskan bahwa olahraga tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga ruang mempererat persaudaraan antar pemuda serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

    “Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi wadah memperkuat silaturahmi, sportivitas, dan semangat kebersamaan generasi muda di wilayah Pakidulan,” ujarnya di hadapan peserta dan masyarakat yang memadati lapangan.

    Ketua penyelenggara yang juga Kepala Desa Cimenteng, Herry Sobar Winara, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembinaan olahraga sepak bola di tingkat desa dan kecamatan.

    “Alhamdulillah kegiatan Open Turnamen Pemuda Pakidulan Cup dapat terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ungkapnya.

    Menurut Herry, antusiasme peserta maupun masyarakat menjadi bukti bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan, khususnya generasi muda di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

    Atmosfer pembukaan turnamen berlangsung meriah. Pertandingan perdana mempertemukan PCP Surade melawan Gelar Putra dari Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten. Dalam laga tersebut, PCP Surade tampil dominan dan berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 3-1.

    Sementara itu, laga kedua mempertemukan kesebelasan Cimenteng Mentereng melawan RSUD Sagaranten. Pertandingan berlangsung sengit dan mendapat dukungan penuh dari ratusan penonton yang memadati sisi lapangan sejak siang hari.

    Turnamen Pemuda Pakidulan Cup diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial dari wilayah Pajampangan sekaligus memperkuat semangat persatuan antar pemuda melalui olahraga.

  • Pengukuhan Desa/Kampung Wisata, Bupati Wujudkan Destinasi Berkualitas, Berdaya Saing Dan Berkelanjutan

    Pengukuhan Desa/Kampung Wisata, Bupati Wujudkan Destinasi Berkualitas, Berdaya Saing Dan Berkelanjutan

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Sebanyak 31 desa/kampung di Kabupaten Sukabumi telah dikukuhkan menjadi desa/kampung wisata Kabupaten Sukabumi. Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Rabu, 13 Mei 2026.

    31 desa/kampung wisata yang dikukuhkan antara lain, Cisande, Hanjeli, Purwasedar, Cimaja, Gedepangrango, Purwasari, Ciwaru,Megalodon, Gunung Wayang, Girijaya, Buniayu, Bale Sawala, Kusukataniku, Karangpara, Sanggrawayang, Tikukur, Cibitung, Ciburial, Leuwi Ereng, Buniwangi, Cigangsa, Bojonggaling, Langensari, Puncak Kasep, Kalibunder, Sukamanah, Bojonggenteng Berseri, Sindangraja, Cihaur, Cipamatutan Maslahat, dan Nanggerang.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, pengukuhan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola pariwisata berbasis masyarakat. Hal ini sekaligus mendorong desa agar mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

    “Desa wisata bukan hanya tentang destinasi, namun pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

    Maka dari itu, pengembangan desa wisata harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara seimbang. Apalagi Kabupaten Sukabumi memiliki kekayaan alam,budaya, dan potensi geologi yang sangat luar biasa.

    “Potensi ini harus terus dikembangkan melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun desa wisata yang mandiri,” ucapnya.

    Oleh karena itu, dirinya pun mendorong semua desa di Kabupaten Sukabumi menunjukan berbagai potensi yang ada. Hal itu untuk memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Kami ingin semua desa menunjukan potensinya terbaiknya,” ungkapnya.

    Bupati mencontohkan, Karangpara memiliki potensi luar biasa di sektor pariwisisata. Potensi ini dapat semakin dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Karangpara ini indah sekali. Tinggal kembangkan potensi lainnya agar semakin luar biasa. Baik UMKM ataupun yang lainnya,” bebernya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi H. Ali Iskandar mengatakan, 32 desa/kampung wisata yang dikukuhkan kali ini merupakan hasil kurasi. Jumlah itu terdiri dari desa wisata rintisan, berkembang, dan maju.

    “Setelah pengukuhan ini,semoga semakin banyak desa wisata dan banyak pula wisatawan yang berkunjung ke Sukabumi. Tentu saja ibu dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

  • Desa Purwasari Dan Desa Kalapanunggal Terpilih Jadi Bagian Program” Desa Berdampak” Kemendagri 2026

    Desa Purwasari Dan Desa Kalapanunggal Terpilih Jadi Bagian Program” Desa Berdampak” Kemendagri 2026

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, dan Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal terpilih menjadi bagian dari program “Desa Berdampak” 2026 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kedua desa itu diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan desa berbasis Smart Village di Kabupaten Sukabumi.

    Program tersebut kini memasuki tahap penelitian dan wawancara mendalam yang dilakukan Kemendagri bersama akademisi Universitas Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/5/2026).

    Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, mengatakan terpilihnya dua desa dari total 381 desa di Sukabumi menjadi kebanggaan sekaligus tantangan dalam pengembangan desa.

    Menurutnya, program itu fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan desa, kelembagaan, hingga pemanfaatan teknologi informasi agar pembangunan desa lebih tepat sasaran.

    Sementara itu, Direktur Fasilitasi Kerjasama, Lembaga Pemerintah Desa, dan BPD Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Dr. Ir. Zanariah, berharap kedua desa tersebut bisa menjadi pilot project pembangunan desa yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Zanariah menambahkan, Kolaborasi antarpemangku kepentingan desa menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga lembaga adat diharapkan mampu berjalan beriringan.

    “Walau hanya diwakili dua desa, saya berharap bisa menjadi pilot desa berdampak. Pembangunan tidak akan berjalan baik kalau hubungan dalam pemerintahan desa tidak harmonis,” pungkasnya.

  • Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Yakin Kolaborasi Lebih Kuat Untuk Pembangunan Daerah

    Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Yakin Kolaborasi Lebih Kuat Untuk Pembangunan Daerah

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi menghadiri acara Pisah Sambut Komandan Distrik Militer (Dandim) 0607/Kota Sukabumi yang diselenggarakan di Makodim 0607/Kota Sukabumi pada Rabu (13/5). Dalam kesempatan ini dilakukan prosesi penyerahan tongkat estafet kepemimpinan dari Letkol Czi Indra Gunawan, S.T., M.M., kepada pejabat baru, Letkol Inf Beny Syafri, S.H., M.Han.

    Wakil Bupati H. Andreas menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengabdian Letkol Czi Indra Gunawan selama memimpin Kodim 0607. Sinergi yang terbangun dinilai sangat positif,

    “Kami sangat mengapresiasi kiprah Letkol Czi Indra Gunawan yang sungguh luar biasa. Beliau adalah sosok yang sering turun langsung ke lapangan bersama masyarakat,” ungkapnya.

    Wakil Bupati juga mengucapkan selamat datang kepada Letkol Inf Beny Syafri. Wabup meyakini kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan unsur TNI akan semakin solid ke depannya.

    “Kepada Letkol Inf Beny Syafri, kami ucapkan selamat datang di Sukabumi. Kami berharap kolaborasi dan soliditas yang sudah terbangun dapat terus berlanjut untuk mewujudkan Sukabumi yang aman, damai, dan sejahtera.” Ucapnya.

    Sementara itu, Letkol Czi Indra Gunawan dalam pesan pamitnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran prajurit, elemen pemerintah, hingga masyarakat luas yang telah mendukung masa tugasnya. Ia meyakini bahwa pergantian kepemimpinan ini akan membawa angin segar bagi kemajuan institusi.

    “Berbagai program dan tugas dapat terlaksana dengan baik selama ini, itu semua bukan karena kehebatan saya pribadi, melainkan berkat kerja sama, loyalitas, dan sinergi kita semua. Saya yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Letkol Inf Beny Syafri, Kodim 0607 akan menjadi lebih baik dan semakin maju,” tuturnya.

    Sebagai pejabat baru, Letkol Inf Beny Syafri yang sebelum menjabat Danyon 310 Kidang Kencana ini menegaskan komitmennya untuk langsung menjalankan tugas dengan optimal. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif serta kolaborasi antar-sektor dalam menjaga stabilitas daerah.

    “Kami di Kodim 0607 ke depan akan selalu membuka ruang komunikasi dan siap mendukung penuh program-program Pemerintah Daerah.” tegasnya.

    Tampal hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Sukabumi, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.