Category: Sukabumi

  • Bupati H.Asep Japar Kukuhkan Pengurus PPI Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025-2030

    Bupati H.Asep Japar Kukuhkan Pengurus PPI Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025-2030

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi para pensiunan yang masih aktif berkontribusi kepada daerah. Bahkan bernaung di dalam wadah organisasi untuk memberikan gagasan dan pemikiran demi kemajuan daerah dan negara.

    “Purnabakti bukanlah akhir, namun sebuah transisi untuk terus berkarya dan berkontribusi ke masyarakat,” ujarnya dalam Pengukuhan Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025-2030 di Pendopo Sukabumi, Jumat, 22 Mei 2026.

    Tak hanya itu, PPI pun menjadi wadah strategis bagi pensiunan untuk berhimpun. Terutama Ama dalam memberikan yang terbaik bagi negara.

    “Mari kita saling membantu. Mohon doa dan kerjasamanya agar kami dapat mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah),” ucapnya.

    Sementara itu, Ketua PPI Kabupaten Sukabumi H. Achmad Nasori menegaskan, para pensiunan di dalam PPI akan terus berbakti dan berbuat baik hingga akhir hayat. Hal itu melalui sejumlah program kerja yang telah dirancang dan dilaksanakan organisasi tersebut.

    “Meskipun baru dikukuhkan, namun sejumlah program telah dilaksanakan. Mari kita bangun Sukabumi bersama,” tegasnya.

  • Pengurus PERWOSI Kabupaten Sukabumi 2026-2030 Resmi Dilantik, Bupati Harap Makin Maju Dan Berkontribusi Untuk Masyarakat

    Pengurus PERWOSI Kabupaten Sukabumi 2026-2030 Resmi Dilantik, Bupati Harap Makin Maju Dan Berkontribusi Untuk Masyarakat

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026-2030 resmi dikukuhkan dan dilantik.Organisasi yang diketuai Hj Rina Rosmaniar Japar ini dilantik Ketua Perwosi Jabar Hj. Lina Marlina di Pendopo Sukabumi,Jumat 22 Mei 2026.

    Kegiatan pelantikan tersebut,dihadiri pula Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Sekda H. Ade Suryaman, hingga sejumlah kepala perangkat daerah.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyambut baik pelantikan jajaranan pengurus Perwosi Kabupaten Sukabumi. Apalagi, Perwosi merupakan mitra strategis pemerintah dalam memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.

    “Semoga kehadiran pengurus baru ini, dapat membawa Perwosi Kabupaten Sukabumi semakin maju dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Di momen itu pula, bupati mengingatkan pentingnya kolaborasi. Hal itu agar tujuan Perwosi dapat terwujud di Kabupaten Sukabumi.

    “Mari kita kompak dan berkolaborasi untuk membangun Kabupaten Sukabumi.Kita satukan tujuan agar Sukabumi sehat,” ajaknya.

    Hal senada pun disampaikan Ketua Perwosi Jawa Barat Hj. Lina Marlina. Apalagi ketika melihat jajaran pengurus Perwosi Kabupaten Sukabumi yang luar biasa.

    “Kami menunggu program keren Perwosi Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

    Selain itu, dirinya pun mendorong para pengurus untuk aktif dalam menjalankan tugasnya. Hal itu demi memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.

    “Mari kita bersama sama olahraga, bersama sama sehat,” tuturrnya.

    Sementara itu, Ketua Perwosi Kabupaten Sukabumi Hj. Rina Rosmaniar Japar berkomitmen menjadikan organisasi ini aktif, inovatif, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat. Bahkan, Perwosi akan menjadi motor penggerak olahraga wanita. Baik olahraga prestasi, rekreasi, maupun kesehatan.

    “Sesuai visi Perwosi, mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya sebagai penggerak olahraga keluarga,” bebernya.

    Apalagi perlu disadari semuanya, bahwa perempuan berperan penting dalam membangun keluarga yang sehat, masyarakat produktifit, dan generasi berkualitas. Oleh karena itu, olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup perempuan Indonesia, khususnya perempuan di Kabupaten Sukabumi.

    “Kita pun memiliki potensi atlet wanita yang luar biasa. Potensi ini akan kita dorong melalui pembinaan berkelanjutan,” pungkasnya

  • Cegah Potensi Pelanggaran Hukum, TIMPORA Kabupaten Sukabumi Perkuat Pengawasan Terhadap Keberadaan WNA

    Cegah Potensi Pelanggaran Hukum, TIMPORA Kabupaten Sukabumi Perkuat Pengawasan Terhadap Keberadaan WNA

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Sukabumi memperkuat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di wilayah Sukabumi. Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Timpora Tahun 2026 yang digelar di Grand Inna Samudra Beach (GISBH) Kecamatan Cikakak, Kamis (21/5/2026).

    Rakor yang diinisiasi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi tersebut melibatkan sekitar 112 peserta dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, kejaksaan, intelijen, pemerintah daerah, hingga aparat kewilayahan tingkat kecamatan dan desa.

    Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi diwakili Danramil 2202/Palabuhanratu Kapten Chk Agus Hermansyah. Hadir pula unsur Polres Sukabumi, Denpom III/1-2 Sukabumi, BAIS TNI, BINDA Sukabumi, Kejari Kabupaten Sukabumi, BNNK Sukabumi, Kesbangpol, para camat, kepala KUA, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

    Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Henki Irawan, mengatakan pengawasan terhadap orang asing tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh unsur lintas sektoral.

    Menurutnya, keberadaan WNA di Indonesia diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap pembangunan dan investasi. Namun, di sisi lain, pengawasan juga harus diperketat guna mencegah potensi pelanggaran hukum maupun penyalahgunaan izin tinggal.

    “Sinergitas lintas sektoral menjadi kekuatan utama Timpora dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah,” ungkapnya.

    Dalam rakor tersebut, Hengki memaparkan hasil pengawasan lapangan, termasuk pengungkapan dugaan jaringan penipuan daring internasional atau love scamming yang melibatkan WNA di wilayah Sukabumi.

    Selain itu, sektor pertambangan dan kawasan pesisir turut menjadi perhatian karena dinilai rawan terhadap penyalahgunaan izin tinggal dan aktivitas tenaga kerja asing ilegal.

    Melalui forum tersebut, seluruh peserta menyepakati penguatan patroli gabungan terpadu, optimalisasi pertukaran informasi intelijen antarinstansi, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

  • Hari Nelayan Palabuhanratu Ke 66, Bupati Sukabumi Ajak Jaga Laut, Lestarikan Budaya Untuk Generasi Penerus Sukabumi

    Hari Nelayan Palabuhanratu Ke 66, Bupati Sukabumi Ajak Jaga Laut, Lestarikan Budaya Untuk Generasi Penerus Sukabumi

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Ribuan warga memadati Alun-alun Gadobangkong Palabuhanratu, dalam puncak peringatan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66, Kamis (21/5/2026).Tradisi tahunan masyarakat pesisir itu berlangsung meriah melalui arak-arakan budaya.

    Arak-arakan budaya dimulai dari Pendopo Palabuhanratu menuju Alun-alun Gadobangkong dipimpin Bupati Sukabumi H Asep Japar didampingi Wakil Bupati H Andreas, serta unsur Forkopimda. Hadir pula Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Arfian.

    Bupati Sukabumi, H Asep Japar mengatakan, festival budaya yang digelar setiap tahun menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu berkembang menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

    “Dengan adanya upacara adat Hari Nelayan Nasional ke-66 Palabuhanratu ini diharapkan dapat menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat laut, sekaligus membawa kesejahteraan, dan rezeki yang melimpah, ungkapnya.

    Bupati pun mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian laut dari pencemaran, guna memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan serta menjaga hasil tangkapan ikan tetap melimpah bagi generasi penerus di Kabupaten Sukabumi.

    Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Arfian menilai Hari Nelayan Nasional bukan sekadar seremoni budaya, melainkan bentuk rasa syukur atas hasil laut yang diberikan Tuhan kepada masyarakat pesisir.

    “Setiap nelayan yang mengarungi lautan membawa doa dan harapan. Karena itu, menjaga kelestarian laut menjadi hal penting agar sumber penghidupan masyarakat tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

    Ketua Panitia Hari Nelayan Nasional, Pepen Supendi menyebut peringatan tersebut merupakan warisan budaya leluhur yang sarat nilai historis dan spiritual. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, aparat keamanan, sponsor, panitia, dan seluruh masyarakat Palabuhanratu yang telah menjaga kondusivitas acara,” paparnya.

    Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi melalui Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Budaya, Nandang Herawan, mendorong adanya kebijakan agar produk hasil tangkapan nelayan lokal dapat masuk ke dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi.

    “Langkah ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat,” pungkasnya.

  • Bupati Hadiri Upacara HARKITNAS Ke 118 Tingkat Kabupaten Sukabumi, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”

    Bupati Hadiri Upacara HARKITNAS Ke 118 Tingkat Kabupaten Sukabumi, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Upacara Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu (20/5/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, H Asep Japar, sementara komandan upacara adalah IPDA Tri Yuda Rinaldy Ruslan dari Polres Sukabumi.

    Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakan H Asep Japar, Meutya Viada Hafid menekankan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus hidup dan menyesuaikan tantangan zaman.

    Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional yang berakar dari lahirnya Boedi Oetomo pada 1908 menjadi simbol perubahan perjuangan bangsa, dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomasi.

    “Semangat 1908 adalah tonggak di mana perjuangan bangsa mulai melampaui sekat-sekat kedaerahan demi kedaulatan yang bermartabat,” kata Bupati membacakan sambutan menteri.

    Ia menyebut tantangan bangsa kini telah bergeser. Jika dahulu perjuangan berfokus pada merebut kemerdekaan wilayah, maka saat ini Indonesia menghadapi pertarungan baru dalam menjaga kedaulatan informasi dan ruang digital.

    Tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, disebut menjadi pengingat pentingnya perlindungan generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media digital.

    Pemerintah, lanjutnya, telah menjalankan sejumlah program strategis nasional untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

    Di bidang ekonomi desa, pemerintah juga mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa. Program itu diharapkan mampu mendekatkan akses masyarakat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, hingga kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

    Tak hanya itu, isu perlindungan anak di ruang digital turut menjadi sorotan utama. Pemerintah disebut telah memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.

    Salah satu kebijakan yang mulai diterapkan sejak 28 Maret 2026 adalah penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun ke platform digital berisiko tinggi.

    “Kita ingin memastikan anak-anak sebagai tunas bangsa tumbuh di ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai usia perkembangan mereka,” ujarnya.

    Melalui momentum Harkitnas, pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk kembali menyalakan semangat persatuan dan gotong royong ala Boedi Oetomo.

    Menurutnya, kebangkitan nasional tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, melainkan gerakan kolektif untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat luas.

  • Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Harkitnas ke-118, Teguhkan Semangat Kebangkitan di Era Digital

    Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Harkitnas ke-118, Teguhkan Semangat Kebangkitan di Era Digital

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar menghadiri Upacara Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu (20/5/2026).

    Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar. Sementara itu, IPDA Tri Yuda Rinaldy Ruslan dari Polres Sukabumi bertindak sebagai komandan upacara.

    Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Momentum tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan era digital.

    Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakan Bupati Sukabumi, Meutya Viada Hafid menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

    Hari Kebangkitan Nasional yang berakar dari lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908 disebut sebagai tonggak perubahan perjuangan bangsa, dari perjuangan fisik menuju perjuangan intelektual, persatuan, dan diplomasi.

    “Semangat 1908 adalah tonggak di mana perjuangan bangsa mulai melampaui sekat-sekat kedaerahan demi kedaulatan yang bermartabat,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menteri.

    Menurutnya, tantangan bangsa saat ini telah berkembang, tidak lagi sekadar mempertahankan wilayah, melainkan juga menjaga kedaulatan informasi dan ruang digital di tengah derasnya arus teknologi.

    Pemerintah pun terus menghadirkan berbagai program strategis nasional untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

    Selain itu, penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat akses masyarakat terhadap permodalan, distribusi hasil panen, kebutuhan pokok, hingga pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.

    Isu perlindungan anak di ruang digital turut menjadi perhatian pemerintah melalui penerapan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS. Salah satu kebijakan yang mulai diterapkan sejak 28 Maret 2026 yakni penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi.

    “Kita ingin memastikan anak-anak sebagai tunas bangsa tumbuh di ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai usia perkembangan mereka,” lanjutnya.

    Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, menyambut positif semangat kebangkitan nasional yang terus digaungkan pemerintah. Menurutnya, Harkitnas menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

    Melalui peringatan Harkitnas ke-118 ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh lapisan masyarakat, akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk terus menyalakan semangat persatuan dan gotong royong demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

  • Rapat Dinas, Bupati Sukabumi Tekankan Kolaborasi Dan Koordinasi Lintas Sektor Dalam Pelayanan Masyarakat

    Rapat Dinas, Bupati Sukabumi Tekankan Kolaborasi Dan Koordinasi Lintas Sektor Dalam Pelayanan Masyarakat

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menekankan kolaborasi dan koordinasi yang baik antara perangkat daerah, camat, hingga kepala desa. Hal itu demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “Mari kita tingkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ajaknya dalam rapat dinas yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al-Fitroh (YASPIDA) Kadudampit, Selasa, 19 Mei 2026.

    Tak hanya itu saja, bupati pun mendorong pemerintah kecamatan hingga desa bergerak cepat ketika ada kendala di wilayah. Hal itu agar setiap kendala di wilayah bisa segera terkendali.

    “Ketika ada kendala di wilayah, langsung berikan jawaban kepada masyarakat. Para kades dan camat bisa berkoordinasi dengan dinas terkait, dalam pemberian jawabannya. Perlu diingat juga, para kades dan camat merupakan ujung tombak pemerintah daerah di wilayah,” ucapnya.

    Tak hanya itu saja, bupati pun mendorong para kepala desa untuk menonjolkan potensi wilayahnya. Termasuk potensi wisata di setiap desa.

    “Saya Itu telah mengukuhkan 30 desa wisata belum lama ini. Buat yang punya potensi wisata, bisa ditata untuk dijadikan potensi,” ungkapnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menambahkan, agar semua bergerak untuk meningkatkan potensi. Apalagi di tengah efisiensi yang ada.

    “Masih banyak potensi yang belum tergali, mari kita maksimalkan,” ajaknya

    Selain itu, Wabup pun mengajak semua untuk menyukseskan program Pemerintah pusat. Hal itu seperti MBG, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga sekolah rakyat.

    “Program pusat ini pun sangat bagus. Bahkan dapur MBG saja, bisa menyerap tenaga kerja hingga ratusan ribu,” pungkasnya.

    Kegiatan diakhiri dengan berbagai penyerahan oleh Bupati Sukabumi.

  • Resmikan Masjid JAMI NURULHUDA, Bupati Sukabumi H. Asep Japar Bantu Pembangunan Sarana Pendukungnya

    Resmikan Masjid JAMI NURULHUDA, Bupati Sukabumi H. Asep Japar Bantu Pembangunan Sarana Pendukungnya

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan Masjid Jami Nurul Huda yang berlokasi di Kampung Sinagar, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Selasa, 19 Mei 2026. Hal itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

    Tak hanya meresmikan, Bupati pun turut memberikan bantuan untuk pembangunan area masjid tersebut.

    “Melihat masjid ini masih ada yang perlu dilengkapi, Insya Allah saya ikut membantu pembangunan sarana pendukung lainnya,” ujarnya.

    Apalagi menurut bupati, masjid bukan sekadar tempat beribadah. Namun masjid dapat dijadikan fondasi peradaban umat.

    “Selain tempat beribadah, masjid dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan, sosial, budaya, pemerintahan, dan administrasi,” ucapnya.

    Oleh karena itu, bupati mendorong masyarakat untuk memakmurkan masjid ini. Hal itu melalui kajian-kajian keagamaan.

    “Mari kita ramaikan masjid ini melalui kajian kajian keagamaan dan pembentukan karakter ahlakul karimah. Sehingga diharapkan lahir generasi taat beribadah, bermoral, dan kepedulian sosial yang tinggi,” pesannya.

    Selain itu, bupati berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat masjid tersebut. Sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan dalam waktu yang lama.

    “Mari kita jaga dan makmurkan masjid ini bersama-sama,” ajaknya.

    Sementara itu, DKM Masjid Nurul Huda Dadang Saepudin mengatakan, masjid terbangun berkat para donatur yang luar biasa. Baik dari masyarakat maupun dari luar negeri.

    “Alhamdulillah dukungan masyarakat dan donatur dari Arab Saudi, bangunan utama sudah selesai,” pungkasnya.

  • Ai Sri Mulyati Soroti Mangkraknya Pembangunan Masjid Al Afghani di Nyalindung, Minta Pemkab Transparan dan Tuntaskan Proyek

    Ai Sri Mulyati Soroti Mangkraknya Pembangunan Masjid Al Afghani di Nyalindung, Minta Pemkab Transparan dan Tuntaskan Proyek

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Ai Sri Mulyati, menyoroti belum rampungnya pembangunan Masjid Al Afghani yang berlokasi di Kampung Cisayar RT 007/RW 008, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah mengingat proyek pembangunan rumah ibadah itu telah berjalan sejak tahun 2020.

    Masjid yang berada di jalur strategis Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten itu hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Padahal, peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi saat itu, Marwan Hamami, pada Agustus 2020 lalu.

    Ai Sri Mulyati menyampaikan bahwa masyarakat mempertanyakan kelanjutan pembangunan masjid yang dinilai terlalu lama penyelesaiannya. Menurutnya, keberadaan masjid bukan hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi simbol pelayanan dan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Ini tentu menjadi perhatian bersama. Masyarakat berharap pembangunan Masjid Al Afghani dapat segera diselesaikan agar bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan ibadah maupun sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

    Berdasarkan data yang tercantum pada sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sukabumi, pembangunan tersebut sebelumnya masuk dalam paket proyek Pembangunan Masjid Cisayar (Lanjutan) di bawah satuan kerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi dengan pagu anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2022.

    Ai Sri Mulyati meminta adanya keterbukaan informasi terkait progres pembangunan, termasuk evaluasi terhadap pelaksanaan proyek yang hingga kini belum selesai. Ia menilai transparansi penting agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai kondisi pembangunan masjid tersebut.

    Selain itu, dirinya juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret agar pembangunan dapat dituntaskan. Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran daerah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berlarut-larut tanpa kepastian penyelesaian.

    “Harapan masyarakat sederhana, masjid ini bisa segera selesai dan digunakan sebagaimana mestinya. Pemerintah tentu perlu hadir memberikan kepastian,” tambahnya.

    Keberadaan Masjid Al Afghani sendiri dinilai cukup strategis karena berada di kawasan lintasan utama Sukabumi selatan. Warga berharap bangunan tersebut nantinya dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ikon wilayah Kecamatan Nyalindung.