Category: Sukabumi

  • Bupati Sukabumi H. Asep Japar Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana

    Bupati Sukabumi H. Asep Japar Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H Asep Japar bersama Wakil Bupati H Andreas mendampingi kunjungan kerja Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman dalam peresmian hunian tetap (huntap) adaptif bencana di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/4/2026).

    Peresmian tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cisolok, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

    H Dudung Abdurachman menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Cisolok meski tidak menimbulkan korban jiwa.

    “Sekitar 10 rumah warga hanyut akibat banjir dan longsor. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

    Lebih lanjut H Dudung menyatakan bahwa dirinya turut memberikan bantuan untuk pembangunan sejumlah rumah di lokasi hunian baru, serta berkomitmen menambah 10 unit rumah lagi di Kampung Mubarakah, yang berlokasi di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu.

    Beliau juga memberikan motivasi kepada warga agar tetap bangkit pascabencana.

    “Saya berharap hunian tetap yang dibangun dapat memberikan rasa aman dan menjadi awal pemulihan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.

    Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar mengimbau warga agar menjaga dan merawat hunian yang telah dibangun.

    Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana serta menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan lereng.

    Bupati optimis akan segera menindaklanjuti pembangunan infrastruktur pendukung, seperti perbaikan akses jalan dan sistem pipanisasi air bersih guna menunjang kenyamanan warga di lokasi relokasi.

    Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi, KH. Encep Hadiana, mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak dalam pembangunan hunian tersebut. Menurutnya, pembangunan 10 unit rumah merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.

    “Bantuan ini berasal dari berbagai pihak, mulai dari Pak Dudung, Menteri Muhaimin, KSAD Jenderal Maruli, anggota DPR RI, hingga pemerintah daerah dan Forkopimda,” pungkasnya.

  • Pemkab Sukabumi Gelar Rakor Percepat Proses GROUNDCHEK Tahap Kedua Reaktivasi Kepesertaan PBI JK

    Pemkab Sukabumi Gelar Rakor Percepat Proses GROUNDCHEK Tahap Kedua Reaktivasi Kepesertaan PBI JK

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral guna mempercepat proses groundcheck tahap kedua untuk reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), bertempat di Aula Dinas Sosial, Selasa 14 April 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respon atas penonaktifan sekitar 164 ribu peserta PBI JK di wilayah Kabupaten Sukabumi oleh Kementerian Sosial (Kemensos) per Januari 2026.

    Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, ini dihadiri oleh jajaran Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, serta perwakilan pendamping PKH dan Puskesos dari 47 kecamatan.

    Sekda menegaskan bahwa reaktivasi ini merupakan upaya krusial untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa kendala biaya.

    “Kita memiliki waktu 15 hari ke depan hingga akhir April untuk menuntaskan pemutakhiran data ini. Saya instruksikan kepada seluruh camat dan pendamping di lapangan untuk bekerja ekstra keras. Ini bukan sekadar angka, tapi menyangkut nyawa hidup masyarakat kita yang sedang sakit,” tegas Sekda

    Sekda meminta seluruh pihak, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, untuk menjaga akurasi data..
    .
    “Saya minta akurasi dari pemberi data maupun surveyor. Sehingga data yang dhasilkan valid dan bisa pertanhgungjawabkan” tegasnya

    Kepala Dinas Sosial Bambang Widyantoro menjelaskan bahwa dari 11 juta peserta yang dinonaktifkan secara nasional, 10,7 juta di antaranya mengalami “Naik Desil” atau peningkatan status kesejahteraan berdasarkan data periodik Kemensos dan BPS. Namun, ditemukan anomali di lapangan di mana warga yang masih membutuhkan bantuan justru tereliminasi dari sistem.

    Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sukabumi, Muhammad Solihin, menambahkan bahwa groundcheck tahap II ini bertujuan memvalidasi kondisi rill ekonomi warga menggunakan 39 kriteria dari BPS.

    “Kami menggunakan teknologi geotagging foto rumah dan titik koordinat untuk memastikan objektivitas. Kami ingin meminimalisir inclusion error (orang mampu yang menerima bantuan) dan exclusion error (orang miskin yang tidak tercover),” jelas Muhammad Solihin.

    Diketahui Hingga pertengahan April 2026, progres groundcheck Kabupaten Sukabumi baru mencapai angka 7%. Meskipun menduduki peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat secara volume data, angka ini masih jauh dari target 100% di akhir bulan.

    Pihak BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi juga memberikan opsi bagi warga yang membutuhkan layanan darurat saat status PBI JK-nya nonaktif, yaitu dengan mendaftar sebagai peserta mandiri atau melalui jalur PBPPU Pemda dengan ketentuan yang berlaku.

  • MTA, Sekda H. Ade Suryaman” Salah Satu Kunci Meningkatkan Etos Kerja Dan Kualitas Layanan Publik”

    MTA, Sekda H. Ade Suryaman” Salah Satu Kunci Meningkatkan Etos Kerja Dan Kualitas Layanan Publik”

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H Ade Suryaman mengikuti pengajian Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) yang digelar di Aula Sekretariat Daerah, Senin (13/4/2026).

    Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, Supriatna Mubarok, sebagai pemberi tausyiah.

    H Ade Suryaman mengatakan, pengajian ini merupakan agenda perdana MTA di lingkup Setda yang dinilai penting dalam membangun fondasi spiritual ASN.

    Menurutnya, penguatan nilai keagamaan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan etos kerja dan kualitas pelayanan publik.

    “Ini pengajian pertama MTA dan sangat penting bagi aparatur, terutama dalam meningkatkan akhlak. Upaya ini juga bagian dari mendukung visi Bupati dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarokah,” kata Sekda.

    Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti MTA diharapkan tidak berhenti di tingkat Setda, melainkan dapat diterapkan secara luas di seluruh perangkat daerah.

    Sekda pun mendorong para kepala perangkat daerah hingga camat untuk menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkelanjutan, agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pelayanan kepada masyarakat.

    “Saya berharap seluruh kepala perangkat daerah, termasuk camat, dapat melaksanakan MTA ini dengan baik,” ujarnya.

  • Buka Jambore IGORNAS, Bupati Sukabumi H. Asep Japar” Guru Olahraga Monivator Kedisiplinan, Sporvitas Dan Kerja Keras”

    Buka Jambore IGORNAS, Bupati Sukabumi H. Asep Japar” Guru Olahraga Monivator Kedisiplinan, Sporvitas Dan Kerja Keras”

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Para guru olahraga yang berada di Kabupaten Sukabumi berkumpul di GOR Pemuda Cisaat, Jumat, 10 April 2026. Mereka mengikuti jambore Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Kabupaten Sukabumi yang dibuka langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar.

    Jambore yang baru pertama dilaksanakan di Indonesia tersebut, menghadirkan berbagai kegiatan. Hal itu seperti seminar hingga perlombaan.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, jambore ini menjadi akan untuk menyatukan visi mencetak generasi muda Kabupaten Sukabumi yang sehat, bugar, berkarakter, dan berprestasi. Apalagi para guru olahraga merupakan. Ujung tombak pemerintah dalam membentuk generasi muda.

    “Bapak dan ibu guru olahraga merupakan motivator yang menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja keras kepada anak didik,” ujarnya.

    Maka dari itu, bupati mengajak Igornas untuk bersama -sama memajukan Kabupaten Sukabumi. Baik dari kebugaran hingga prestasi masyarakat Sukabumi.

    “Guru olahraga ini tidak hanya mencetak kebugaran generasi muda, namun atlet berprestasi. Mari kita majukan Kabupaten Sukabumi lewat masyarakat yang sehat, bugar, dan berprestasi,” ajaknya.

    Hal senada pun disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Igornas Dikdik Setia Munardi. Menurutnya, tugas guru olahraga olahraga mengaktifkan. Para siswa untuk berolahraga. Bahkan menjadi olahraga sebagai gaya hidup.

    “Para siswa itu dibentuk kebugaran dan karakternya oleh guru olahraga. Guru olahraga ini bukan hanya di olahraga pendidikan, namun olahraga prestasi juga,” ungkapnya.

    Hal tersebut diamini Asisten Deputi Olahraga Pendidikan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Muhammad Azizi Ariyanto. Maka dari itu, dirinya berpesan agar para guru olahraga untuk mengikuti seluruh kegiatan. Dirinya meyakini semua kegiatan di jambore ini akan banyak manfaatnya.

    “Ikuti seluruh kegiatan. Semua kegiatan pasti ada manfaatnya, baik untuk guru olahraga ataupun anak didik, nantinya,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Igornas Kabupaten Sukabumi Devi Noviyandi mengatakan, kegiatan jambore yang diikuti sekitar 1000 guru olahraga ini, sebagai wadah konsolidasi dan peningkatan kompetensi profesionalisme guru olahraga. Terutama dalam mencetak generasi sehat dan kompetitif.

     

    “Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari terhitung 10-11 April 2026. Semoga olahraga di Kabupaten Sukabumi lebih baik dan maju dengan adanya kegiatan ini,” pungkasnya.

  • HUT Ke 14 KODIM 0622 Kabupaten Sukabumi, Wabup” Sinergitas Dan Kekompakan Tetap Terjaga Dengan Baik”

    HUT Ke 14 KODIM 0622 Kabupaten Sukabumi, Wabup” Sinergitas Dan Kekompakan Tetap Terjaga Dengan Baik”

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun ke-14 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi yang digelar di Aula Kodim, Jumat (10/4/2026). Wabup hadir bersama unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

    Dalam Momentum refleksi dan evaluasi pengabdian satuan teritorial tersebut, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf. Agung Ariwibowo menggambarkan usia satuannya yang ke-14 sebagai fase yang penuh dinamika.

    “Karena itu masih banyak yang perlu diperbaiki. Apalagi kami bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari,” ujarnya.

    Dandim meminta maaf apabila selama perjalanan 14 tahun terdapat program pembinaan teritorial yang belum berjalan maksimal. Menurutnya, evaluasi adalah bagian penting dari proses pendewasaan organisasi.

    “Ke depan, kita harus semakin bersinergi, saling menguatkan, dan bahu-membahu agar keberadaan kami benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

    Dandim juga memastikan Kodim 0622 tetap berada di barisan terdepan dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat hingga daerah, terutama terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

    Perayaan HUT juga diwarnai prosesi pelepasan sejumlah prajurit yang memasuki masa purna tugas. Dandim mengapresiasi pengabdian para purnawirawan yang telah mengukir jejak panjang dalam perjalanan Kodim.

    “Perjalanan kita masih panjang. Apa yang telah dirintis para purnawirawan akan diteruskan oleh generasi berikutnya,” tuturnya.

    Sementara itu, Wakil Bupati H Andreas menegaskan bahwa pemerintah daerah dan Kodim 0622 memiliki hubungan kerja sama yang telah terbangun dengan sangat baik.

    Wabup menekankan pentingnya menjaga kekompakan tersebut untuk mewujudkan Sukabumi yang Mubarakah.

    “Terima kasih atas kerja sama yang selama ini terjalin sangat baik. Insyaallah, ke depan akan semakin kuat. Pemda dan Kodim 0622 harus tetap solid dalam menyukseskan program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Dalam rangkaian acara, dilakukan penyerahan cenderamata, pemberian santunan, serta penyerahan penghargaan kepada beberapa anggota yang memasuki masa purna wirawan.

  • Dari Dapur Tradisi ke Rantai Ekonomi Lokal : Kampung Nangewer Jadi Penjaga Warisan Besek Sukabumi

    Dari Dapur Tradisi ke Rantai Ekonomi Lokal : Kampung Nangewer Jadi Penjaga Warisan Besek Sukabumi

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Di tengah gempuran kemasan modern berbahan plastik dan karton, Kampung Nangewer, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, justru menunjukkan arah berbeda. Di kampung ini, suara bilah bambu yang dianyam bukan sekadar aktivitas harian, tetapi denyut ekonomi sekaligus warisan budaya yang tetap hidup lintas generasi.

    Sekitar 80 persen warga Kampung Nangewer menggantungkan penghidupannya pada kerajinan anyaman bambu berbentuk dus tradisional atau yang dikenal sebagai besek. Produk ini menjadi kemasan khas untuk berbagai makanan, terutama mochi—ikon kuliner Sukabumi yang membutuhkan sentuhan alami dan estetika tradisional.

    Berbeda dari narasi industri rumahan pada umumnya, ekosistem besek di Nangewer terbentuk secara organik dan berlapis. Para pengrajin tidak hanya bekerja sebagai produsen, tetapi juga menjadi bagian dari rantai distribusi lokal yang melibatkan pengepul, pemasok bambu, hingga pelaku usaha makanan.

    “Pembuatan keranjang mochi di sini sudah sejak tahun 80-an dan usaha itu dilakukan secara turun-temurun. Saya dan ibu saya meneruskan nenek saya menjadi pengepul dan perajin,” ujar Neneng (52), salah satu pelaku usaha yang kini menjadi simpul distribusi besek di kampung tersebut.

    Menariknya, proses produksi di Nangewer masih mempertahankan teknik manual yang mengandalkan ketelitian tangan. Mulai dari pemilihan bambu, proses penipisan, hingga penganyaman dilakukan tanpa mesin. Hal ini membuat setiap besek memiliki karakter unik, sekaligus menjaga kualitas yang diakui oleh para pelaku usaha kuliner.

    Dalam sehari, seorang pengrajin bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan besek, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Permintaan pun relatif stabil, bahkan meningkat pada momen tertentu seperti hari besar keagamaan, ketika kebutuhan kemasan makanan melonjak.

    Namun, di balik potensi tersebut, para pengrajin juga menghadapi tantangan, mulai dari ketersediaan bahan baku bambu hingga regenerasi tenaga kerja. Meski demikian, semangat mempertahankan tradisi tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Nangewer.

    Kampung Nangewer kini tidak hanya sekadar sentra produksi, tetapi juga representasi bagaimana kearifan lokal mampu bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan zaman. Di tangan para perajin, besek bukan hanya wadah makanan—melainkan simbol keberlanjutan, identitas, dan ekonomi berbasis komunitas.

  • Dampingi DANREM 061/Surya Kencana Resmikan Jembatan Garuda, Bupati “Infrastruktur Adalah Program Prioritas”

    Dampingi DANREM 061/Surya Kencana Resmikan Jembatan Garuda, Bupati “Infrastruktur Adalah Program Prioritas”

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio, dan Komandan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol (inf) Agung Ariwibowo berkeliling ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Semua itu dilakukan untuk meresmikan dan membangun Jembatan Garuda di beberapa titik di Kabupaten Sukabumi.

    Hal itu seperti peresmian Jembatan Garuda di Kampung Cimanggu Girang, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong dan peletakan batu pertama di Kampung Cinagrog, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu.

    Pembangunan Jembatan Garuda sendiri, merupakan program prioritas Presiden RI H. Prabowo Subianto.

    Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, inisiasi Presiden RI H. Prabowo Subianto sejalan dengan programnya. Di mana pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

    “Program ini sejalan dengan kami di Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur menjadi prioritas dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatakan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di Kecamatan Lengkong, Kamis, 9 April 2026.

    Bupati mengajak masyarakat untuk merawat jembatan yang telah dibangun. Hal itu agar kondisi jembatan tetap baik dan awet. Apalagi, jembatan yang dibangun merupakan penghubung sejumlah desa.

    “Keberadaan jembatan ini, kami yakini sangat membantu masyarakat. Terutama dalam hal kemudahan akses,” ucapnya

    Sementara itu, Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bentuk perhatian Presiden RI H.Prabowo Subianto. Terutama bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses jalan.Hal ini pun sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah di masyarakat.

    “Hari ini saya sudah keliling dua kecamatan di Sukabumi. Hal ini untuk meyakinkan bahwa pemerintah tidak pernah absen. keberadaan jembatan ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah,” tegasnya.

    Jembatan yang telah dibangun sekitar 45 hari ini, diminta agar dirawat sebaik-baiknya.

    “Tugas kita berikutnya ialah memelihara. Tidak sekadar membangun, namun kita harus bisa merawatnya juga,” pintanya

    Sementara itu, Pelajar Asal Kecamatan Lengkong, Adit sumringah atas kehadiran Jembatan Garuda. Keberadaan jembatan itu sangat membantunya dalam memudahkan ke tempat pendidikan

    “Terima kasih pak presiden. Berkat adanya jembatan ini, Adit jadi lebih semangat ke sekolah,” senangnya.

    Hal senada pun disampaikan Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Miftah. Dirinya mengaku senang ada adanya rencana pembangunan Jembatan Garuda di Kampung Cinagrog, Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat dinantikan warga Desa Sukamaju dan Sukamanah selama ini.

    “Alhamdulillah, kami sangat bahagia mendengar akan dibangunannya jembatan. Hari ini dibuktikan dengan peletakan batu pertama,” pungkasnya.

  • Puncak Peringatan HPN, Wabup Sukabumi H. Andreas Minta Pers Terus Mengawal Proses Pembangunan Di Sukabumi

    Puncak Peringatan HPN, Wabup Sukabumi H. Andreas Minta Pers Terus Mengawal Proses Pembangunan Di Sukabumi

     

    aliansisukabuminew.com – Sukabumi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi menggelar Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat kabupaten di Halaman Kantor PWI, Kompleks GOR Cisaat, Kamis (9/4/2026).

    Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, acara ini dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H Andreas, jajaran kepala perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, serta tamu undangan lainnya.

    Wakil Bupati H Andreas menegaskan peran strategis pers sebagai pilar demokrasi dan mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. Ia meminta insan pers di Sukabumi tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis, objektif, dan profesional.

    “Saya berharap pers terus mengawal proses pembangunan di Kabupaten Sukabumi, dan tidak segan mengoreksi jika ada kekeliruan di lapangan,” tegas Wabup.

    Wabup yang baru menjabat selama satu tahun satu bulan itu juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama awal masa tugasnya belum terdapat pencapaian besar yang dapat dirasakan seluruh masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa bersama Bupati Sukabumi, fondasi penguatan arah pembangunan telah ditetapkan.

    “Kontrak jabatan kami tinggal tiga tahun sebelas bulan lagi. Meski baru satu tahun, saya bersama Pak Bupati sudah menetapkan pijakan kuat yang insya Allah menjadi arah kemajuan Sukabumi ke depan,” ujarnya.

    Dalam suasana hangat, Wabup juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-80 bagi PWI serta ke-16 tahun setelah pemisahan dari PWI Sukabumi Raya. Ia menggunakan metafora jenaka untuk menggambarkan pentingnya kebersamaan antara pemerintah dan pers.

    “Mudah-mudahan kita tidak seperti kaktus (Kakak Adik Tanpa Status). Saya berharap kolaborasi ini terus berjalan demi membangun Kabupaten Sukabumi yang mubarakah” tambahnya.

    Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi, menegaskan komitmen organisasi untuk menjalankan fungsi pers secara profesional sesuai tema HPN tahun ini.

    “PWI siap menyukseskan visi pembangunan Bupati. Kami akan mengembangkan sikap kritis, santun, dan tetap membangun,”ucapnya.

    Ketua Panitia HPN, Heru Yuda Saputra, menjelaskan sejumlah rangkaian kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari workshop jurnalistik, penanaman 1.000 pohon di kawasan wisata, lomba jurnalistik tingkat SMP/MTS, hingga aksi sosial lainnya.

    Melalui momentum HPN, Heru berharap hubungan harmonis antara pemerintah dan pers dapat terus terjaga demi kemajuan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

    Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Lomba Karya Jurnalistik. Selain menerima penghargaan, para juara juga berkesempatan memperoleh beasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

    Adapun para pemenang lomba tersebut yakni:
    Juara 1: perwakilan SMAN 1 Parungkuda
    Juara 2: perwakilan SMKN 1 Cibadak
    Juara 3: perwakilan SMAN 1 Simpenan
    Juara Harapan SMAN Jampangkulon

  • Wabup Sukabumi Tekankan Pentingnya Daya Dukung Memadai Bagi Personel Damkar Saat Bertugas

    Wabup Sukabumi Tekankan Pentingnya Daya Dukung Memadai Bagi Personel Damkar Saat Bertugas

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi yang dipimpin oleh Kepala Dinas dan Kabid Pemadam Kebakaran memaparkan pelaksanaan tugas dan fungsi ditengah keterbatasan personel, armada, hingga Alat Pelindung Diri (APD).

    Hal tersebut disampaikan saat pertemuan dengan
    Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini membahas evaluasi kondisi lapangan serta penyampaian rencana program kerja DPKP untuk tahun anggaran 2026.

    Kepala DPKP, Budianto, menyampaikan para petugas di lapangan tetap bekerja maksimal meski dengan peralatan seadanya.

    Ditegaskan bahwa sebagian besar armada sudah mulai sering mengalami kendala teknis.

    Petugas seringkali bertugas tanpa dukungan APD yang layak, termasuk kelangakapan lainnya

    “Kami belum memiliki alat pengisi SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) sendiri dan kekurangan peralatan penyelamatan standar untuk menangani laporan masyarakat seperti evakuasi ular maupun sarang tawon,” ungkap Budianto.

    Dalam kesempatan itu, Kabid Pemadam Kebakaran, Erwin melaporkan bahwa saat ini hanya tersedia 12 posko pemadam kebakaran di seluruh Kabupaten Sukabumi. Padahal, dengan luas wilayah dan jumlah 47 kecamatan, idealnya Kabupaten Sukabumi memiliki 25 posko, satu posko idealnya melayani dua kecamatan,

    ” namun saat ini satu posko seperti di Pelabuhan Ratu harus menangani hingga lima kecamatan,” ujar Erwin.

    Terkait personel, menurutnya DPKP masih kekurangan sedikitnya 66 anggota untuk mencapai standar pelayanan minimal.

    Merespons laporan tersebut, Wakil Bupati H. Andreas memberikan instruksi khusus kepada perangkat daerah terkait, terutama BPKAD dan Bappelitbangda, untuk memprioritaskan anggaran pelayanan dasar kemanusiaan pada perubahan anggaran mendatang.

    “Ini tentang penyelamatan nyawa manusia, baik masyarakat maupun petugas kita di lapangan. Keselamatan anggota juga menjadi prioritas utama,”ujar H. Andreas

    Wabup juga menekankan pentingnya identitas petugas melalui seragam yang layak.

    “Marwah pemerintah ada pada performance petugas di lapangan” tambahnya.

    Pada pertemuan tersebut Dipaparkan juga Inovasi Layanan Digital yang dilakukan DPKP antara lain: Damkar Cermat: Sistem pengaduan masyarakat secara real-time. Serta Fire Visit yakni Layanan penjadwalan edukasi pemadaman bagi sekolah dan instansi.

    Diakhir pertemuan ditegaskan bahwa semua jajaran berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan penyelamatan di Kabupaten Sukabumi demi mewujudkan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

  • Resmikan Sekber Sagaranten, Bupati Sukabumi ” Jaga Kerukunan, Jadikan Tempat Sosial Dan Kemaslahatan Umat “

    Resmikan Sekber Sagaranten, Bupati Sukabumi ” Jaga Kerukunan, Jadikan Tempat Sosial Dan Kemaslahatan Umat “

     

    aliansisukabuminews.com – Sukabumi, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak semua warga untuk terus menjaga kerukunan dengan terus menjalin silaturahmi dan mempererat persatuan antar warga.

    “Mari kita terus menjaga kerukunan di Kabupaten Sukabumi, termasuk di Sagaranten,” ujarnya saat meresmikan Gedung Sekretariat Bersama (Sekber) Sagaranten di area Kecamatan Sagaranten, Kamis, 9 April 2026.

    Bupati berpesan agar gedung Sekber Sagaranten yang baru saja diresmikan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk hal positif. Terutama untuk kepentingan sosial dan kemaslahatan umat.

    “Manfaatkan gedung sebagai tempat bertukar pikiran, bersilaturahmi,dan berkolaborasi untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” ucapnya

    Bahkan, bupati punya harapan besar terhadap keberadaan gedung tersebut. Menurutnya, gedung itu bukan sekadar bangunan fisik, namun rumah besar untuk memperkuat sinergi demi kemajuan Kabupaten Sukabumi.

    “Inilah wadah kolaborasi antara berbagai organisasi dan elemen masyarakat. Kecamatan lain pun bisa menduplikasi Sekber di Sagaranten ini,”ungkapnya.

    Peresmian Sekber juga dirangkaikan dengan milad syahriahan ke 18 ini, bupati berpesan agar kegiatan tersebut terus dijalankan. Menurutnya, kegiatan syahriahan yang selama ini dilaksanakan di Sagaranten merupakan fondasi kekuatan spiritual.

    “Tetaplah Istiqomah dalam menjalankan kegiatan keagamaan,” ajaknya

    Sementara itu Camat Sagaranten R. Aksan Bratadiredja menambahkan, keberadaan sekber merupakan tonggak sejarah di Sagaranten. Apalagi, prosesnya cukup panjang sampai akhirnya terwujud bangunan dua lantai di dekat Kantor Kecamatan Sagaranten tersebut.

    “Perjalan panjang sampai akhirnya dapat terwujud Gedung Sekber ini. Semua itu diawali dari 2021 oleh warga bersama Camat Sagaranten waktu itu,” terangnya.

    Dirinya pun berpesan agar gedung tersebut/dijadikan tempat untuk memperkuat kerukunan dan koordinasi antara lembaga keagamaan.

    “Mari kita jadikan gedung ini sebagai pusat kolaborasi untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” pungkasnya.